Pariwisata Amerika Latin terpukul akibat virus Zika

Sektor pariwisata di Amerika Selatan diperkirakan bakal terpukul akibat virus Zika. (Foto AFP)

KANALSATU - Seorang suami asal eropa, Kamil Rebacz sudah merencanakan liburan ke Republik Dominika selama berbulan-bulan.

Lebih jauh bersama tunangannya yang tengah hamil lima bulan, Rebacz mengaku sudah merencanakan liburan ini sejak jauh hari.

"Kami sudah menabung selama berbulan-bulan dan bayi ini akan lahir pada bulan Juni. Kami ingin memiliki sedikit waktu luang dan menikmati waktu berdua sebelum anak kami lahir," kata Rebacz.

Namun, rencana wisata itu menjadi kacau setelah sejumlah media memberitakan tentang wabah virus Zika di Amerika Latin.

Meskipun virus ini hanya menyebabkan beberapa masalah bagi kebanyakan orang, namun wabah ini dikaitkan dengan penyakit kerusakan otak pada anak-anak yang baru dilahirkan dari rahim para ibu yang terjangkiti. "Ini adalah bayi pertama kami. Saya sudah membaca tentang apa yang bisa terjadi jika tunangan saya digigit oleh nyamuk. Saya tidak ingin mengambil risiko," kata Rebacz.

Saat Rebacz pertama kali dihubungi oleh maskapai penerbangan, mereka menolak ganti rugi untuk membatalkan penerbangannya. Namun, seminggu kemudian agen liburannya sepakat untuk mengembalikan biaya perjalanan.

Pengembalian itu amat mungkin disebabkan wabah virus Zika semakin parah

Pusat dan jaringan kesehatan pariwisata Inggris (NTHNC) saat ini mengatakan bahwa para wanita hamil harus mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka, dan setiap wisatawan harus mendapat saran dari seorang ahli kesehatan sebelum memutuskan untuk bepergian ke salah satu kawasan yang terdampak virus itu.

Kebijakan baru telah membuat klaim pengembalian dana menjadi jauh lebih mudah, meskipun sejumlah perusahaan asuransi dan agen-agen wisata berkeras bahwa mereka meninjau semua klaim berdasarkan kasus per kasus.

"Jika seseorang disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke suatu tujuan oleh seorang ahli kesehatan maka sebagian besar peraturan asuransi perjalanan akan menutup biaya pembatalan, "kata Caroline Jones dari Asosiasi Asuransi Inggris.

Penggantian tersebut, tambah Caroline Jones, tentu diberikan apabila biaya perjalanan dan asuransi dibeli sebelum peringatan muncul.

"Alasan utama asuransi perjalanan adalah untuk mengganti biaya-biaya kesehatan di luar negeri ketika seseorang yang terjangkit virus Zika tetap bisa dirawat ketika dia tengah bepergian ke kawasan yang terdampak virus itu," katanya.

Seiring dengan menyebarnya virus Zika di kawasan Amerika ada keprihatinan yang berkembang tentang dampaknya terhadap pariwisata di wilayah tersebut.

World Health Organization (WHO/Organisasi Kesehatan Dunia) pada Senin (1/2/16) melaporkan bahwa sebanyak 21 negara dan sejumlah wilayah, termasuk Amerika Latin dan Karibia, terkena kasus-kasus virus ini.

Namun jumlah kasus-kasus liburan yang dibatalkan atau bahkan ditunda masih sangat kecil. Untuk negara seperti Brasil, wabah ini muncul pada masa yang buruk.

Dengan kondisi resesi, ditambah jumlah pengangguran yang melonjak dan beberapa skandal korupsi yang melanda, Brasil amat mengandalkan pemasukan dari sektor pariwisata.

Perayaan Karnaval Rio, yang dimulai pada akhir minggu, telah menyedot satu juta wisatawan dan mendatangkan pemasukan sebesar US$782 juta di kota itu tahun lalu.Angka-angka di sektor pariwisata saat ini tampaknya tidak terpengaruh, namun imbasnya mungkin terasa ketika ada perhelatan yang lebih besar pada pertengahan tahun - yaitu Olimpiade Rio.

Secara khusus Direktur komunikasi pemerintah Brasil, Mario Andrada, mengatakan pada hari Selasa (2/2/16) bahwa belum ada bukti orang-orang membatalkan perjalanan mereka ke perhelatan Olimpiade pada Agustus 2016 mendatang.

Hal ini diamini Simon Williams, direktur Bespoke Brasil yang berkantor di Inggris. Menurutnya, para pelanggannya tidak membatalkan liburan di Brasil tapi mereka banyak menanyakan sejumlah risiko mengenai virus Zika. "Mudah-mudahan tidak ada yang tidak membatalkan," ujarnya kepada BBC.

"Sudah ada beberapa orang yang memutuskan untuk menunda perjalanan mereka, khususnya mereka yang merencanakan kehamilan. Saya sepenuhnya mengerti karena itulah masalah yang sebenarnya dengan Zika - yakni kaitan potensial antara Zika dan microcephaly. Jadi para ibu hamil atau para perempuan yang menghendaki kehamilan - saya mungkin tidak akan melakukan perjalanan ke Brasil karena takut - kendati peluang terkena penyakit microcephaly sangat rendah."

Lebih dalam Organisasi Pariwisata Karibia dan Asosiasi Perhotelan dan Pariwisata Karibia, melaporkan sejumlah pembatalan perjalanan ke Karibia karena virus Zika ini.

Industri yang paling berisiko di sini adalah bisnis kapal pesiar. Pada 2014 ada 24,5 juta kapal pesiar yang berlayar di 30 wilayah Karibia.

Pasangan yang berbulan madu dan pasangan-pasangan muda lainnya merupakan sasaran pasar kapal pesiar. Namun, merekalah kalangan yang paling berisiko, jika mereka hamil saat liburan.

Image caption Wisata kapal pesiar rentan terkena risiko penyebaran virus Zika, namun sejauh ini jumlah wisatawan yang membatalkan perjalanan relatif kecil.

Roger Frizzell, kepala komunikasi pada operator kapal pesiar terbesar di dunia, Carnival, mengatakan: "Sebenarnya, jumlah tamu yang hamil porsinya sangat kecil di antara semua tamu kami sehingga dampaknya sangat terbatas.

Walau begitu, Frizzell mengaku bahwa ada sejumlah tamu yang membatalkan perjalanan seiring dengan munculnya laporan mengenai wabah virus Zika. "Kami akan berkomunikasi dengan para tamu untuk memastikan bahwa mereka memiliki tujuan alternatif dan jika itu tidak sesuai dengan mereka kami dapat menawarkan mereka kredituntuk digunakan berikutnya."

Sejauh ini, saham berbagai perusahaan kapal pesiar jatuh pekan lalu karena pemberitaan berbagai media tentang meluasnya virus ini.

Bahkan, saham perusahaan kapal pesiar Royal Caribbean International merosot tajam pada Selasa (2/2/16) membuat keuntungan perusahaan itu memburuk, meski hal bukan disebabkan oleh virus Zika, namun lebih berkaitan dengan mata uang dollar yang menguat dan biaya yang tinggi.

Saham perusahaan kapal pesiar Norwegia Cruise Line anjlok lebih dari 7% pada hari Selasa (2/2/16) sedangkan saham perusahaan kapal pesiar lainnya yakni Carnival jatuh lebih dari 6%. (bbc/win7)

Komentar