Sekjen PBB desak Korut hentikan peluncuran Roket

KANALSATU - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Rabu (03/02), mendesak Korea Utara untuk menghentikan rencana peluncuran roket yang akan melanggar larangan PBB terhadap teknologi rudal.
“Sekretaris jenderal percaya bahwa penting bagi Republik Demokratik Rakyat Korea (Democratic People's Republic of Korea/DPRK) untuk tidak menggunakan teknologi rudal balistik dan bekerja untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea,” kata juru bicara PBB Farhan Haq.
Korea Utara memberi tahu tiga badan PBB bahwa mereka berencana untuk meluncurkan satelit observasi bumi pada Senin, tepat beberapa pekan setelah uji coba nuklir keempatnya.
Pengumuman tersebut memantik banyak tanggapan dari AS dan Jepang, sementara Tiongkok, sekutu Pyongyang, mengungkapkan kekhawatiran bahwa Korea Utara sedang bersiap untuk menghina aturan PBB.
Juru bicara PBB mengingatkan bahwa resolusi PBB yang melarang Korea Utara mengembangkan teknologi rudal “tentu merupakan hukum internasional”.
Ban pada Selasa bertemu dengan direktur Organisasi Kemaritiman Internasional (International Maritime Organisation/IMO) di London untuk mendiskusikan rencana peluncuran roket tersebut setelah menerima pemberitahuan dari Korea Utara.
Ban dijadwalkan akan mengangkat kembali isu tersebut dalam perundingan di IMO pada Rabu malam, kata Haq.
Dewan Keamanan PBB sedang mencoba menyusun rancangan resolusi sanksi baru untuk menghukum Korea Utara setelah mereka melakukan uji coba nuklir pada 6 Januari, tetapi teks yang dirancang AS mendapat perlawanan dari Beijing.(AFP/Antara)