Tunggakan rekening listrik di PLN Jatim capai Rp 43 miliar

KANALSATU - Tunggakan rekening pembayaran listrik untuk pasca bayar di PT PLN Distribusi wilayah Jawa Timur (Jatim) mencapai Rp 43,3 miliar di tahun 2015 lalu. Sementara di tahun sebelumnya mencapai Rp 51,6 miliar.
Penunggakan pembayaran listrik pasca bayar ini diakui oleh PLN Jatim dikarenakan pelanggan masih kurang paham dan kesadaran para pelanggan listrik di Jatim. Hal itu diakui Deputi Manajemen, Komunikasi, dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jatim Pinto Raharjo di Surabaya. “Walaupun tahun sebelumnya nilai uang tunggakan rekening listrik cukup besar namun tahun kemudian alami penurunan berkisar 10 persen lebih. Artinya, sebagain para pelanggan listrik pasca bayar ini mulai ada kesadaran," kata Pinto Raharjo, Jumat (12/2).
Menurut Pinto, beberapa daerah diareanya, pelanggan listrik di PLN Jatim yang menunggak itu diantaranya yakni, Banyuwagi sebesar Rp 800 juta, Bojonegoro Rp1,2 miliar, Gresik Rp1,8 miliar dan Jember sebesar Rp 2,2 miliar, disusul wilayah madura yang mencapai Rp14,3 miliar.
Tersendatnya biaya penunggakan pembayaran rekening listrik pasca bayar yang dilakukan setiap rayon, PLN secara serius mengalami kesulitan untuk menagih pada pelanggannya, hal tersebut dikarenakan beberapa faktor lainnya. “Faktor itu sebagaian para pelanggan ada petugas PLN ingin menagih alami kesulitan, misalnya dimarahi atau menghindar dari petugas kami,” ujarnya.
Walaupun demikian, tambah Pinto, pihaknya terus melakukan sosialisasi pada setiap rayon agar semua pelanggannya memiliki kesadaran tentang kelistrikan di Jatim. “Kami berharap tahun ini angka tunggakan listrik alami penurunan seperti tahun 2015 lalu,” tambahnya.
Untuk menekan angka jumlah tunggakan listrik itu Pinto menjelaskaan, PLN terus melakukan sosialisasi dan pergantian listrik dari pasca bayar ke pra bayar. Hal ini juga mampu menekan jumlah uang tunggakan listrik kedepannya nanti.
Bagi pelanggan yang tidak melunasi tagihan sesuai aturan, menurut Pinto, pihak PLN Jatim sesuai kewenangan dimiliki akan melakukan pembongkaran jaringan di rumah pelanggan. “Sebelum tindakan pemutusan listrik dilakukan kami masih memberikan tindakan persuasive dengan memberikan kesempatan warga untuk melunasi tunggakan rekening listrik. Kami berharap perubahan ini mampu menekan angka jumlah uang tunggakan rekening listrik nantinya,” tegasnya.
Pinto berharap, ketersediaan listrik akan tetap terpelihara jika warga membayar kewajiban rekening pemakaian listrik setiap bulan. “Pemasukan PLN dari tagihan listrik sangat minim tidak menutupi biaya operasional tetapi kami tetap eksis melayani warga terhadap ketersediaanm listrik,” katanya.
Hingga dibulan Februari 2016 ini jumlah pelanggan listrik di PLN Jatim sudah mencapai 10,2 juta pelangan listrik. Sementara untuk target pelanggan ditahun ini PLN Jatim akan menargetkan 570 ribu pelanggan listrik diwilayah kerja area kerja PLN Distribusi Jatim.(win8)