Gianni Infantino, Presiden FIFA hinga 2019

KANALSATU - Gianni Infantino telah resmi terpilih sebagai Presiden FIFA hingga 2019 nanti dengan mengalahkan Sheikh Salman. Terpilihnya seorang presiden baru praktis mengakhiri ‘kekosongan kekuasaan’ di FIFA dalam beberapa waktu terakhir sejak kasus yang dialami Sepp Blatter. Lantas, bagaimana tanggapan Blatter tentang penerusnya tersebut beserta dengan ide-idenya?
Dalam pidatonya setelah resmi terpilih, Infantino menyatakan bahwa ia akan mengembalikan citra FIFA yang telah rusak akibat ulah Blatter dan sejumlah anggotanya yang memang menuai banyak kecaman. Blatter pun pada akhirnya angkat bicara dan merasa senang bahwa rekan senegaranya itu yang terpilih untuk menjadi penerusnya disana meski tentunya dengan visi dan misi yang semoga lebih jernih dibanding Blatter.
“Saya senang Gianni Infantino menjadi presiden. Ia orang dari Valais, sama seperti saya. Dengan tulus dan hangat, saya mengucapkan selamat pada Gianni Infantino atas terpilihnya ia sebagai presiden baru FIFA,” ujar Blatter.
“Paket reformasi yang telah disepakati selama ini berarti memberikan tuntutan yang besar padanya karena memang bagaimana caranya mengimplementasikan struktur yang baru di FIFA akan menjadi sebuah tantangan besar. Tapi saya yakin bahwa penerus saya itu sudah siap untuk menghadapinya.”
Pria berkepala plontos itu sendiri jelas sudah memiliki banyak pengalaman di bidang seperti ini. Ia sudah berkecimpung di UEFA sejak tahun 2000 lalu dan jabatan terakhirnya disana adalah sebagai Sekretaris Umum. Infantino juga mengaku bahwa ia juga punya peran tak sedikit dalam pembengkakkan jumlah peserta Euro 2016 dari 16 menjadi 24 negara.
“Dengan pengalaman, keahlian, strategi, skill diplomatik yang ia miliki, ia punya segala syarat untuk bisa melanjutkan kerja saya dan menstabilkan FIFA sekali lagi. Saya berharap Gianni bisa sukses dan beruntung dengan jabatan barunya,” tutup Blatter. (win12)