Bank UMKM Jatim target salurkan kredit Rp1,7 triliun

KANALSATU - Bank UMKM Jawa Timur pada tahun ini menarget bisa menyalurkan sebesar Rp 1,7 triliun. Jumlah ini naik 15% dari realisasi tahun lalu yang mencapai angka Rp1,55 triliun.
Direktur Utama Bank UMKM, Subawi mengatakan realisasi kredit 2015 itu, 60% di bidang pertanian, 30% di bidang perdagangan, dan sisanya 10% sektor lain-lain salah satunya bidang jasa. "Tahun ini kami akan rasa penyalurannya masih sama ke tujuh bidang pokok yang kami fokuskan," kata Subawi di Surabaya, Senin (29/2/16).
Subawi menjelaskan untuk bisa mencapai target itu, pihaknya melakukan banyak hal. Salah satunya dengan menjadi salah satu dari 28 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jatim yang menyalurkan program linkage kerjasama Pemprov Jatim dengan Bank Jatim.
"Untuk sementara kami akan menyalurkan sesuai kebutuhan. Tahap awal Rp50 miliar dulu, baru kalau respon bagus kami akan tambah lagi. Target kami bisa menyalurkan Rp150 miliar," jelasnya.
Linkage program ini adalah program kerjasama antara Bank Jatim dengan pemprov yang dituangkan melalui loan agreement. Pemprov meminjamkan dananya sebesar Rp 400 miliar yang merupakan dana untuk pemilihan gunernur agar dipergunakan untuk penyaluran kredit kepada sektor pertanian dalam jangka waktu dua tahun.
Subawi memaparkan program ini sangat mendukung untuk membantu bidang pertanian khususnya industri primer. Industri primer yang mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi. "Supaya nilai jualnya lebih tinggi. Misalnya ketela, jangan dijual ketelanya saja, tapi dijadikan keripik," tukas Subawi.
Untuk kredit ini, Bank UMKM akan mengikuti aturan yang ditetapkan yakni Rp20 juta untuk satu nasabah dengan bunga sembilan persen per tahun. Ini adalah program dengan bunga yang sanga rendah dan akan menguntungkan usaha kecil dan pertanian. "Selama ini bunga usaha mikro ini kenyataannya masih sangat besar," tuturnya.
Karena itu, Subawi berharap turunnya BI rate dari 7,25 menjadi 7% dianggap sebuah angin segar. Penurunan ini juga diharapkan bisa menurunkan suku bunga kredit tidak hanya bagi bank-bank konvensional atau bank umum tapi untuk BPR. "Harapannya begitu. Kalau suku bunga kredit turin, akan semakin banyak yang mengajukan.kredit, dan kalangan usaha akan bisa menunaikan kewajibannya untuk melunasi," paparnya.
Subawi menyadari di tengah kondisi seperti saat ini untuk pengusaha kecil memang sedikit berat. Mereka harus berjuang di tengah ketidakpastian perekonomian. Beruntung di Jawa Timur kondisi lebih baik dari daerah lain di Indonesia. “Namun ketika ada sesuatu yang tidak pasti, UMKM ini yang terkena dampaknya. Sehingga mereka agak tersendat untuk melakukan kewajiban. Namun kami akan terus menekan kredit macet (NPL/non performing loan) hingga di bawah 3 persen pada 2016 ini,” pungkas Subawi.(Win8)