800 Orang dicek medis pasca serangan kimia di Irak

KANALSATU - Otoritas kesehatan di wilayah Kirkuk, Irak memeriksa total 800 orang sejak serangan kimia yang dilakukan kelompok ISIS pekan lalu, ungkap pejabat pada Senin (14/03).
“Jumlah orang-orang yang mendapat perawatan dan diperiksa oleh rumah sakit di Daquq dan Kirkuk telah melampaui 800 orang,” ujar Hussein Adil Abbas, wali kota Taza.
ISIS pekan lalu menembakkan sejumlah roket yang dipersenjatai dengan bahan kimia di Kota Taza, sekitar 220 kilometer bagian utara Baghdad.
Serangan itu awalnya berasal dari desa terdekat di Bashir, yang masih dikontrol oleh ekstremis.
“Di antara orang-orang yang diperiksa, 61 orang di antaranya menerima pengobatan dan menjalani pengujian lebih lanjut. Beberapa di antaranya dipindah ke Baghdad,” ujar Abbas kepada AFP.
Petugas medis di Kirkuk yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya membenarkan jumlah itu.
Seorang gadis berusia tiga tahun meninggal akibat luka yang diakibatkan serangan itu. pemakamannya dihadiri ratusan orang.
Beberapa pejabat lokal mengatakan bahwa ISIS menggunakan bahan kimia dalam serangan itu, tetapi sampelnya masih dianalisis dan hasil pasti dari Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons yang berbasis di Den Haag akan keluar dalam beberapa bulan.(AFP/Antara)