Presiden Brasil tegaskan “tidak akan mundur”

Meski dituduh terlibat banyak skandal

KANALSATU - Presiden Brasil Dilma Rousseff mengatakan dia tidak melakukan kejahatan dan “tidak akan mengundurkan diri” terlepas dari tuduhan korupsi, menyebut upaya untuk memakzulkannya sebagai usaha “kudeta”, Selasa (22/03).

Dalam pidato menantang dari istana kepresidenan, pemimpin berhaluan kiri itu balas mengkritik mereka yang berusaha menggulingkannya di tengah maraknya skandal korupsi, resesi dan krisis politik yang telah melumpuhkan pemerintahnya.

“Saya tidak melakukan kejahatan yang bisa melegalkan interupsi terhadap mandat saya di bawah undang-undang,” katanya di hadapan pendukungnya dan pakar hukum yang dia kumpulkan untuk mendukungnya.

Kepada mereka yang ingin melengserkan dia, Rousseff berkata, “Hanya ada satu istilah untuk itu: kudeta.”

“Saya tidak akan pernah mengundurkan diri,” tegasnya. “Tidak dalam keadaan apa pun.”

Dalam sidang pemakzulan, Rousseff dituding memanipulasi keuangan pemerintah untuk meningkatkan belanja publik dan menyembunyikan besarnya resesi.

Namun, seorang senator yang didakwa atas skandal korupsi membeberkan pada akhir pekan lalu bahwa Rousseff “tahu segalanya” mengenai skema korupsi ratusan triliun rupiah di perusahaan minyak negara Petrobras dan menggunakan sebagian hasilnya untuk kampanye pencalonan presiden.(AFP/Antara)

Komentar