305 Orang Masih Dinyatakan Hilang Akibat Jebolnya Bendungan Brumadinho Brazil

KANALSATU - Sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang akibat jebolnya Bendungan Brumadinho, Brazil. Bencana ini terjadi dua hari lalu pada 25/1, dan hingga saat berita ini diturunkan setidaknya total korban jiwa adalah 58 jiwa.
Bendungan di Kota Brumandinho ini adalah milik Vale S.A.. dimana perusahaan ini adalah salah satu perusahaan penyedia logistik dan pertambangan terbesar di Brazil. Hingga saat ini para peneliti dan pihak yang berwenang belum dapat memastikan apa penyebab dari jebolnya bendungan yang terletak di Provinsi Minas Gerais tersebut.
Dilansir oleh Reuters, Walikota Brumadinho Avimar de Melo Barcelos menyalahkan Vale atas keteledoran dan kesalahan yang dilakukan hingga terjadinya bencana ini. Ia juga menyalahkan Pemerintah Provinsi Minas Gerais akibat kelalaiannya. Ia juga bersumpah akan memberi sangsi berupa denda sebesar US$ 26.5 juta kepada Vale.
Di lain kesempatan CEO Vale S.A. Fabio Schvartsman menyatakan bahwa ia bukanlah ahli pertambangan, namun pihaknya, Vale S.A. telah mengikuti segala standard yang ditetapkan dan sudah diriset sebelumnya oleh para ahli yang bertanggung jawab. Ia juga mengklaim bahwa pihaknya akan bertanggung jawab serta telah membeentuk komite khusus untuk mencari penyebab jebolnya Bendungan Brumadinho ini.
Pada 27/1 kemarin juga terjadi evakuasi lanjutan terhadap 24.000 penduduk kota ketika sirine tanda bahaya menyala lagi akibat ketakutan akan jebolnya salah satu bendungan di dekat Brumadinho yang ternyata juga milik Vale S.A.
Imbas dari bencana ini, Pemerintah Brazil membekukan semua asset milik Vale S.A. dan juga menghentikan pengoperasian komplek tambang Corrego do Feijao milik Vale, serta berjanji untuk menangani bencana ini dengan serius. (FA)