Mossack Fonseca Law and Firm dalangi skandal Panama Papers

72 Mantan dan Pemimpin dunia diduga terlibat money loundary

Mossack Fonseca Law and Firm menegaskan perusahaan yang mereka bantu semuanya adalah legal. (Foto BBC)

KANALSATU - Sebuah mega skandal pajak level dunia mulai diselidiki oleh sejumlah otoritas dunia dimana ada bocoran dokumen rahasia mengkaitkan 72 mantan dan pemimpin negara yang masih menjabat dengan kantor hukum di Panama, yang membantu klien-klien mereka 'melakukan pencucian uang dan penghindaran pajak atau sanksi internasional'.

Laporan BBC London menyatakan para pengempalng pajak yang juga pemimpin dunia itu  termasuk diktator-diktator yang dituduh 'menjarah kekayaan negara'.

Secara khusus dokumen yang didapat surat kabar Jerman dan telah dibaca oleh BBC memperlihatkan, kantor hukum Mossack Fonseca, membantu orang-orang dari seluruh dunia mendirikan perusahaan di kawasan yang dikenal sebagai 'surga pajak'.

Skandal penggelapan pajak berskala dunia ini kemudian dikenal dengan sebutan sebagai skandal Panama Papers

Menurut dokumen ini, ada pencucian uang miliaran dolar oleh bank Rusia yang dijalankan oleh orang yang dekat dengan Presiden Putin.

Dari jutaan lembar dokumen yang bocor, terdapat perusahaan-perusahaan yang di wilayah yurisdiksi surga pajak yang punya kaitan dengan keluarga atau rekan dari mantan presiden Mesir Hosni Mubarak, mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi dan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Mossack Fonseca mengatakan perusahaan-perusahaan ini sah. Mereka juga menyayangkan adanya penyalahgunaan dari layanan mereka. (bbc/win7)

Komentar