APBN Jawa Timur 2025 Terkendali, Pendapatan Capai Rp178,56 Triliun dan Fiskal Tetap Sehat

KANALSATU – Kinerja fiskal Jawa Timur hingga akhir September 2025 menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil press conference ALCo APBN KiTa Regional Jawa Timur yang digelar Kementerian Keuangan, realisasi pendapatan negara di provinsi ini mencapai Rp178,56 triliun atau 63,15% dari target, dengan kontribusi pajak dan PNBP yang solid.
Dari total pendapatan tersebut, penerimaan perpajakan mencapai Rp171,86 triliun (61,97%), sementara PNBP melampaui target dengan Rp6,69 triliun (123,11%). Di sisi lain, belanja negara tercatat Rp92,09 triliun (72,97%), terdiri atas belanja K/L Rp28,64 triliun dan Transfer ke Daerah Rp63,45 triliun.
"Kontributor terbesar pendapatan pajak Jawa Timur berasal dari sektor industri pengolahan yang menyumbang Rp47,37 triliun atau 56,2 persen dari total penerimaan pajak netto senilai Rp71,32 triliun," kata Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur, Dudung Rudi Hendratna di Surabaya, Rabu (22/10/2025).
Kinerja Bea dan Cukai juga tumbuh positif dengan realisasi Rp100,54 triliun (67,55%), ditopang peningkatan penerimaan cukai dan bea keluar seiring kenaikan harga CPO.
Sementara itu, DJKN Jawa Timur mencatat realisasi lelang sebesar Rp4,19 triliun (76,91%) dan PNBP lelang Rp132,94 miliar (106,46%), menandakan pengelolaan aset negara berjalan efisien dan produktif.
Realisasi belanja pemerintah pusat di Jawa Timur hingga kuartal III-2025 menunjukkan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Komponen belanja pegawai masih mendominasi dengan Rp18,73 triliun (77,53%), disusul belanja barang Rp7,40 triliun (52,77%), belanja modal Rp2,41 triliun (42,27%), dan bansos Rp99,66 miliar (71,79%).
Sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi prioritas. Realisasi anggaran pendidikan mencapai Rp7,24 triliun (64,27%) dari pagu Rp12,82 triliun, digunakan untuk peningkatan kualitas pengajaran dan pendidikan tinggi.
Adapun sektor kesehatan mencatat realisasi Rp612,78 miliar (58,98%) dari pagu Rp1,04 triliun, yang dialokasikan untuk layanan kesehatan masyarakat, program JKN, serta pembangunan keluarga dan kependudukan.
Program Prioritas Nasional Berjalan Efektif
Dua program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), menunjukkan capaian signifikan di Jawa Timur.
Program MBG telah menjangkau lebih dari 4,16 juta penerima manfaat (47%), dengan dukungan 47.405 petugas lapangan dan 1.875 pemasok di 38 kabupaten/kota. Nilai realisasi program ini mencapai Rp938 miliar, menempatkan Jawa Timur di posisi ketiga nasional.
Sementara itu, Program PKG mencatat 7,97 juta pendaftar (18,94%) dan 7,54 juta peserta hadir (17,92%), dengan realisasi anggaran mencapai Rp7,17 miliar. Capaian ini menempatkan Jawa Timur di peringkat kedua nasional.
Dudung menegaskan pentingnya kontribusi pajak dalam menjaga ketahanan fiskal daerah.
“Kinerja perpajakan yang kuat merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan. APBN hadir sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
(KS-5)