Polri masuk jajaran manajemen Surabaya United Bhayangkara

KANALSATU-Petinggi PS Polri dipastikan bakal mengisi sejumlah posisi di jajaran manajemen Surabaya United Bhayangkara. Hal ini seiring terjadinya merger antara Surabaya United dengan PS Polri, Selasa (12/4/2016) lalu.

Manajer operasional SU-Bhayangkara Rahmad Sumanjaya tak menampik kemungkinan tersebut. Perubahan di jajaran manajemen ini mserupakan konsekwensi yang tidak bisa dihindari.

Meski sampai saat ini ia belum mengetahui posisi apa saja yang akan ditempati petinggi PS Polri di klub ini, ia yakin dalam waktu dekat perombakan di tubuh manajemen klub yang bermarkas di Jemursari Selatan, Surabaya, itu sudah bisa diketahui.  

Kabar yang beredar,pembagian posisi itu masih dibahas dapat rapat antara kedua petinggi klub dalam sepekan ini.

Hanya saja Rahmad meyakini, perubahan jajaran manajemen yang bakal terkena perombakan besar kemungkinan di tingkatan direksi sampai ke manajer. Sebab posisi-posisi inilah yang strategis serta pantas ditempati petinggi PS Polri.

“Saya kurang tahu, tapi saya yakin perubahan mencolok akan terjadi di jajaran direksi. Ada kemungkinan, entah itu petinggi Polri atau rekanan PS Polri masuk di tempat-tempat strategis. Yang jelas, hal itu bisa dilihat seminggu ke depan,” ujar Rahmad.

Pada Rabu (13/4/2016) malam, CEO Surabaya United I Gede Widiade sedang menghadiri pertemuan dengan petinggi PS Polri. Kabarnya, rapat tersebut membahas detail soal tatanan manajemen yang baru, pembagian tugas, hingga kebutuhan keuangan klub.

Gede menyatakan bahwa dirinya sedang rapat dengan petinggi Polri di Jakarta. Ia belum bisa memberikan keterangan apa pun karena semua detail dari proses merger ini masih dibahas lebih lanjut.

“Saya masih rapat, nanti kalau sudah ada hasilnya baru bisa saya jelaskan,” tutur Gede.

Terlepas benar atau tidak, isu terkait sokongan dana besar yang dibawa PS Polri untuk mendanai SU Bhayangkara sangat menentukan posisi Petinggi PS Polri di dalam struktural manajemen klub tersebut.(win21)

Komentar