Ketika Islam menjadi minoritas
Ancaman Anti-Muslim di AS kian meningkat

KANALSATU - US Attorneys, para jaksa penuntut terkemuka dari 11 negara bagian Amerika Serikat (AS) termasuk California dan Colorado, semakin khawatir dengan ancaman anti-Muslim yang semakin sering muncul, kata Kementerian Kehakiman pada Rabu (13/04).
Kementerian mengatakan bahwa otoritas setempat dan anggota komunitas di seluruh AS akan menggelar rapat kota “untuk mengatasi reaksi keras terhadap warga Muslim, Arab, Sikh dan Asia Selatan di Amerika menyusul serangan teroris tragis di Brussel, Paris dan San Bernardino.”
“Tidak ada tempat untuk sikap tidak toleran di negara kami,” kata Jaksa Agung Loretta Lynch.
“Dalam beberapa pekan dan bulan ke depan, Kementerian Kehakiman akan terus bekerja sama dengan penegak hukum setempat dan para ketua komunitas untuk membela keamanan dan kehormatan semua orang.”
Insiden tersebut mencakup seorang pria yang mengaku bersalah melepaskan tembakan di luar sebuah masjid di Connecticut, dan seorang pria lain yang mengancam akan mengebom dua masjid dan menembak jemaah.
Sejak serangan 11 September, Kementerian Keamanan menyelidiki lebih dari 1.000 kasus ancaman atau kekerasan terhadap orang-orang dari atau diyakini berasal dari komunitas tertentu.(AFP/Antara)