HUbungan AS dan Iran kembali menghangat

Iran protes hasil putusan MA yang dinilai merugikan

KANALSATU -  Hubungan Iran dan AS kembali "menghangat". Ini dipicu protes Iran pada Selasa (26/04) dengan cara memanggil duta besar Swiss (yang mewakili kepentingan Washington di Teheran) untuk memprotes putusan Mahkamah Agung,  bahwa sebanyak dua miliar dolar Amerika (sekitar Rp26,39 triliun) dari aset Iran yang dibekukan digunakan untuk membayar kompensasi kepada korban “aksi teror” asal Amerika Serikat (AS).

Mahkamah Agung AS pekan lalu memutuskan bahwa Iran harus menyerahkan jumlah tersebut kepada sejumlah penyintas (korban selamat) dan kerabat korban tewas dalam serangan yang dituduhkan terhadap republik Islamis tersebut.

Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif pada Senin mengancam akan mengambil tindakan hukum di Mahkamah Internasional (International Court of Justice atau ICJ) terhadap AS jika jumlah dana yang dibekukan itu “dialihkan”.

“Kami menganggap pemerintah AS bertanggung jawab atas penjaminan dana Iran dan jika dana itu dijarah, kami akan mengajukan gugatan kepada ICJ untuk meminta ganti rugi,” kata Zarif.

Pekan lalu, Teheran mengatakan putusan tersebut dianggap sebagai pencurian.

Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri pada Selasa menyerahkan dua nota yang menyatakan “keberatan resmi” Iran kepada duta besar Swiss Giulio Haas, menurut sebuah pernyataan.(AFP/Ant/wi4)n

Komentar