Cegah Anemia pada Balita, Alfamidi dan SGM Gelar Edukasi Gizi Keluarga di Kota Malang

KANALSATU — Alfamidi berkolaborasi dengan SGM dan UPTD Puskesmas Cisadea menggelar Edukasi Keluarga Balita bertema “Cegah Kekurangan Zat Besi pada Si Kecil, Dukung Jadi Generasi Maju” di gerai Alfamidi Ciliwung, Kota Malang.  

Kegiatan ini diikuti ratusan ibu yang antusias mempelajari pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang balita.

Dalam pemaparannya, ahli gizi Puskesmas Cisadea, Khanin Hidayah, A.Md.Gz, menegaskan bahwa kekurangan zat besi masih menjadi salah satu masalah gizi yang sering terjadi pada anak, namun kerap tidak disadari oleh orang tua.

“Zat besi memiliki peran penting dalam perkembangan otak dan daya tahan tubuh anak. Karena itu, pemberian makan harus memperhatikan asupan zat besi dan gizi seimbang lainnya,” ujar Khanin.

Ia juga menjelaskan prinsip Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), mulai dari pengaturan frekuensi makan, tekstur makanan, hingga variasi menu sesuai usia anak. Menurutnya, penerapan PMBA secara sederhana di rumah dapat membantu mencegah gangguan tumbuh kembang pada balita.

Kegiatan edukasi ini berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar anak yang sulit makan, penyusunan menu harian, hingga cara memenuhi kebutuhan gizi dengan bahan makanan yang mudah diakses.

Salah satu peserta, Rara, mengaku kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru terkait pola makan balita.

“Penjelasannya jelas dan mudah dipahami. Saya jadi tahu kebutuhan gizi anak dan cara memenuhinya. Senang juga karena dapat tambahan PMT dari SGM,” tuturnya.

Branch Manager Alfamidi Cabang Pasuruan, Widodo, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Alfamidi dalam mendukung kesehatan ibu dan anak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kami berharap edukasi gizi seperti ini dapat membantu para orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” kata Widodo.

Ke depan, Alfamidi menyatakan program edukasi gizi balita akan terus diperluas ke berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan literasi gizi keluarga Indonesia sekaligus mencegah masalah kekurangan zat besi sejak dini.
(KS-5)

Komentar