Wasit rampok poin Laga FC
KANALSATU – LAGA FC gagal mencuri poin dikandang Persatu Tuban, setelah kalah 1-2 atas tim tuan rumah, Minggu (8/5/16) di stadion Lokajaya, Tuban dalan lanjutan kompetisi ISC B grup VI. Skuad besutan Uston Nawawi ini pulang dengan kepala tertunduk lesu akibat ulah wasit yang diduga telah berpihak kepada tuan rumah dan 'merampok' poin satu untuk hasil seri tim LAGA FC.
Ya, harapan mengakhiri skor imbang gagal setelah wasit Tommi Manggopa dari Minahasa mengolor babak tambahan dari injury time yang sudah diberikan 4 menit lamanya, bahkan beberapa pelanggaran keras di babak tambahan luput dari pengamatannya.
"Beberapa keputusan wasit merugikan kita. Saya rasa sudah melebihi waktu tambahan 4 menit yang diberikan. Menurut saya kalau di Indonesia memang tuan rumah banyak diuntungkan, dan poin kami seakan dirampok oleh wasit," ungkap asisten pelatih LAGA FC, David.
David juga menambahkan bahwa timnya dikerjai oleh wasit, hal ini dibuktikan dengan keluarnya kartu merah dari kantong wasit dan membiarkan tim tuan rumah melakukan pelanggaran keras kepada pemain depan LAGA FC.
"Anak-anak sudah berhasil bermain maksimal mereka bermain juga sesuai strategi, namun memang sayang konsentrasi memang sudah menurun jadi mau gimana lagi. Hasil akhir seharusnya imbang 1 – 1 sesuai perpanjangan waktu. Wasit justru mengolar injury time 4 menit lamanya hingga skor berubah di menit terakhir untuk kemenangan tuan rumah yang tercipta di menit 95,” ujar David.
Bahkan, kami juga dirugikan oleh keputusan wasit dimenit ke 94. Sebuah pelanggaran keras kepada striker kami, Agung Prasetya oleh defender Persatu luput dari pengamatannya. "Seharusnya free kick tapi Tommi membiarkan begitu saja dan keuntungan bagi Persatu untuk melakukan serangan balik dan berujung gol dimenit ke 95," keluhnya.
“Ini sangat terlihat bahwa wasit memihak tuan rumah agar gol tercipta sebagai hadiah kemenangan. Dan kami akan mengirimkan surat protes beserta dengan rekaman pertandingan lengkap saat melawan Persatu ke operator liga yaitu PT Gelora Trisula Semesta. Bagaimana kompetisi di Indonesia maju kalau kepempinan wasit diragukan dalam menjalankan fair play," tanya David.
Tentu saja, pertandingan kali ini dianggap tidak adil oleh tim tamu, karena beberapa keputusan wasit dianggap merugikan. “Wasit seharusnya bertanggungjawab atas waktu tambahan empat menit, namun sampai melewati perpanjangan waktu pertandingan tetap berjalan. Gol tercipta pada menit ke 95,” kesalnya. (win16)