Setya Novanto Ketum, PG perkuat dukungan ke pemerintah

KANALSATU - Salah satu hasil Munaslub Partai Golkar (PG) di Nusa Dua, Bali, yang berakhir 17 Mei 2016 memutuskan memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sekaligus juga memutuskan keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP).
Munaslub juga memilih mantan Ketua DPR-RI Setya Novanto sebagai Ketua Umum dan memilih enam formatur untuk melengkapi susunan pengurus selambat-lambatnya 15 hari. Sebelum Munaslub ditutup, Ketum terpilih bersama anggota formatur memastikan bahwa Idrus Marham akan dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal (sekjen) PG.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengakui bahwa keputusan Munaslub itu membuat konfigurasi dan bandul politik akan ada sedikit perbedaan dibandingkan sebelumnya.
“Tentunya harapan, bahwa pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Jokowi dan Pak JK ini akan bisa menjadi lebih stabil, walaupun sekarang sudah sangat stabil,” kata Pramono kepada wartawan, di ruang kerjanya, Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Selasa (17/5) siang.
Seskab Pramono Anung mengingatkan, Presiden Jokowi sudah menyampaikan secara terbuka bahwa Munaslub telah berakhir, dan keputusannya memilih Aburizal Bakrie sebagai Ketua Dewan Pembina, kemudian Pak Novanto sebagai Ketua Umum. “Tentunya ini merupakan hal yang akan lebih memudahkan bagi pemerintah sekarang ini untuk selalu berkomunikasi dan seterusnya,” ujarnya.
Mengenai apakah Golkar akan bergabung dengan pemerintah atau mendapatkan porsi dalam Kabinet, menurut Seskab, tentunya ini kewenangan sepenuhnya Presiden.
Sampai per hari ini, lanjut Seskab, belum ada pembicaraan mengenai hal tersebut, dan ini juga sudah disampaikan oleh Presiden di Korea Selatan. “Jadi belum ada pembicaraan mengenai hal tersebut,” tegasnya..
Ditambahkan Seskab, karena proses mekanisme yang terjadi di Partai Golkar telah berjalan dengan baik, mudah-mudahan ini menjadi akhir dari proses kontraksi atau tarik menarik yang cukup panjang, hampir setengah tahun di Pratai Golkar.
“Tentunya pemerintah mengharapkan bahwa stabilitas politik dan juga peran Partai Golkar, partai kedua terbesar, tentunya mempunyai andil dalam hal tersebut,” ujar Pramono.
Apakah artinya peristiwa ‘papa minta saham’ dianggap selesai? Menurut Seskab, hal yang terjadi dalam Munaslub Golkar dengan peristiwa itu adalah dua hal yang terpisah.
Tentunya, lanjut Seskab, pemerintah dalam hal ini melihat apapun Setya Novanto adalah pilihan dalam Munaslub tersebut. Sehingga pemerintah dalam hal ini menghargai dan mengapresiasi terhadap pilihan tersebut. “Mengenai hal-hal lain, pemilihlah yang lebih tahu,” tandasnya.(setkab/win5)