Korban bom atom di Jepang tuntut permintaan maaf Obama

KANALSATU -  Sejumlah korban serangan bom atom di Jepang menuntut permintaan maaf dari Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama saat dia mengunjungi Hiroshima pekan depan, kata ketua kelompok korban selamat (penyintas) itu pada Kamis (19/05).

Obama akan menjadi presiden AS pertama yang mengunjungi Hiroshima tempat bom atom pertama dijatuhkan pada 6 Agustus 1945, menewaskan sekitar 140 ribu orang.

Puluhan ribu orang tewas akibat bola api yang timbul dari ledakan bom atom di Hiroshima, dengan sebagian besar korban lainnya meninggal akibat luka atau penyakit yang disebabkan radiasi dalam beberapa pekan, bulan dan tahun setelah serangan bom itu.

Sebagian besar area kota itu, termasuk instalasi militer dan industrinya, rata dengan tanah.

Sedangkan serangan bom atom kedua menimpa Kota Nagasaki beberapa hari kemudian, menewaskan 74 ribu orang dalam salah babak penutup Perang Dunia II.

“Saya mendesak dia untuk meminta maaf kepada korban tewas, keluarga yang berduka serta orang tua yang kehilangan anak mereka,” ujar Terumi Tanaka, sekretaris jenderal Japan Confederation of A- and H-Bomb Sufferers Organizations dan penyintas serangan bom atom Nagasaki, kepada wartawan.

Komentarnya muncul saat kunjungan Obama ke Hiroshima memicu kembali perdebatan emosional terkait apakah pengeboman itu dibenarkan dan apakah presiden AS harus meminta maaf.(AFP/Antara)

Komentar