Ali berpesan agar dimakamkan dengan tradisi Muslim

KANALSATU – Lgendaris tinju profesional dunia, Muhammad Ali, pernah berpesan agar saat meninggal dimakamkan secara tradisi Muslim, sehingga pihak keluarga akan menyelenggarakan prosesi funeral sesuai permintaannya, setelah sebelumnya kereta jenazah akan melintasi jalan-jalan di Louisville - Kentucky, AS, pada Jumat mendatang.
“Lewat sebuah prosesi pemakaman besar-besaran, Muhammad Ali akan melintasi jalan-jalan di Louisville untuk memungkinkan semua orang yang ada di sana dari seluruh dunia mengucapkan selamat tinggal,” kata Bob Gunnell, juru bicara keluarga Ali, Sabtu (4/6/16) – sebagaimana dilaporkan LKBN Antara yang dikutip dari AFP.
Gunnell mengatakan bahwa Ali sendiri yang meminta acara ibadat pemakaman dilakukan sesuai dengan “tradisi muslim” yang dipimpin seorang imam. Parade publik pengantar jenazah akan berakhir di Cave Hill Cemetery, tempat Ali akan dimakamkan. Ali meninggal di Scottsdale, Arizona, dan Louisville – Kentucky tempat Ali dimakamkan adalah kampung halaman Keluarga Besarnya. Upacara sederhana yang hanya dihadiri keluarga akan digelar sebelum acara ibadat publik pada Kamis.
Sejumlah pejabat dan tokoh penting di AS dan luar negeri dijadwalkan hadir pada prosesi pemakaman Ali. Bahkan mantan presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton, komedian Billy Crystan, dan wartawan olahraga Bryant Gumbel, akan menyampaikan eulogi untuk sang legendaris almarhum Muhammad Ali, yang meninggal pada Jumat (3/6/16) setelah sebelumnya didera penyakit Parkinson.
Muhammad Ali meninggal pada usia 74 tahun. Ali lahir di Louisville, Kentucky, United States pada 17 Januari 1942. Almarhum meninggalkan seorang istri (Lonnie Ali) dan sembilan putra-putri yakni Laila Ali, Rasheda Ali, Hana Ali, Asaad Amin, Maryum Ali, Jamillah Ali, Khaliah Ali, Muhammad Ali Jr, dan Miya Ali.(win3/ant)