PT PLN Persero kembali naikkan tarif listrik

KANALSATU - PT PLN Persero kembali menaikkan tarif listrik sebesar Rp 11 per KwH, dari Rp 1.353 per KwH menjadi Rp 1.364 per KwH. Penyesuaian tarif ini berlaku mulai awal bulan ini (1/6/2016) untuk sejumlah golongan tarif.
Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo mengatakan, kenaikan ini tidak diberlakukan untuk seluruh pelanggan. Kenaikan hanya dibebankan kepada pelanggan yang masuk golongan tarif adjustmen (TA), yaitu golongan pelanggan PLN yang tarifnya disesuikan dengan fluktuasi harga minyak dunia, laju inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar.
"Ada beberapa pelanggan PLN yang terkena kenaikan tarif, yaitu pelanggan rumah tangga I (R1) dengan daya 1300 VA dan 2200 V2. Kemudian pelanggan R2 dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA, R3 dengan daya 6.600 VA keatas. Selain itu pelanggan bisnis 2 (B2) dan pelanggan publik (P1) dengan daya 6.600 VA hingga 200 KVA, pelanggan B3 dan Industri 3 (I3) dan pelanggan P2 dengan daya 200 KVA serta pelanggan I4 dengan daya 30.000 KVA dan P3 juga mengalami kenaikan yang sama," kata Pinto Raharjo di Surabaya, Senin (6/6/16).
Menurut pinto, untuk tarif adjusment memang selalu dilakukan evaluasi setiap bulan. Jika dari tiga faktor pembentuk (nilai tukar rupiah, harga minyak dunia dan laju inflasi) mengalami fluktusi, maka tarif akan disesuaikan. Dan karena pada bulan Mei laju inflasi mengalami kenaikan akibat naiknya berbagai kebutuhan menjelang puasa, maka tarif listrik adjustment pun ikut terkerek.
"Tapi kalau dihitung, kenaikan itu tidak besar. Untuk pelanggan R1 misalnya, kenaikan tarif yang harus dibayar dalam setiap bulan hanya dikisaran Rp 3.000 hinga Rp 7.000 dari total tagihan yang harus dibayar," tambahnya.
Ia mengaku, dengan adanya kenaikan tarif tersebut, diperkirakan pendapatan PT PLN Distribusi Jawa Timur akan bertambah sekitar Rp 800 juta. Pinto mengatakan, dalam setiap bulan, pendapatan PT PLN Distribusi Jatim mencapai sekitar Rp 2 triliun. Hingga akhir tahun, pendapatan PLN Distribusi Jatim ditargetkan akan mencapai Rp 26 triliun, naik dibanding tahun lalu yang mencpai Rp 24 triliun.
"Dengan pertumbuhan jumlah pelanggan baru dan mulai stabilnya kondisi perekonomian Jatim, maka kami optimistis target tersebut akan tercapai. Apalagi hingga Mei 2016 kemarin, pendapatan kami sudah mencapai Rp12,3 triliun," pungkas Pinto.(win8)