PM New Zealand akan ke Fiji pascakudeta

KANALSATU - Perdana Menteri John Key pada pekan ini akan menjadi pemimpin Selandia Baru pertama yang berkunjung ke Fiji dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Ia mengatakan kudeta militer yang merusak hubungan antara Wellington dengan Suva sudah menjadi “sejarah kuno.”

Namun, sejumlah organisasi HAM menuding warisan rezim diktator masih hidup di Fiji meski negara kepulauan Pasifik tersebut sukses menggelar pemilu pada 2014 yang dimenangkan oleh pemimpin kudeta Voreqe Bainimarama.

“Jalan masih panjang bagi Fiji untuk memperbaiki catatan hak asasi manusia,” ujar direktur eksekutif Amnesty International Selandia Baru Grant Bayldon.

“Terutama, pemerintah masih tidak menoleransi berbagai bentuk kritikan.”

Selandia Baru mengecam keras Fiji ketika Bainimarama merebut kekuasaan pada 2006 dan memerintah di bawah dekret hingga pemilu pada September 2014.

Sejak pemilu, pemerintah Fiji dituding berusaha memberangus media dan anggota parlemen dari kubu oposisi serta menutup-nutupi kebrutalan aparat kepolisian.

Namun, Key mengatakan pemerintah Fiji di bawah pimpinan Bainimarama bersikap sangat baik dan segala kekurangan tidak akan mencegah pemimpin Selandia Baru tersebut untuk melakukan kunjungan kenegaraan selama dua hari mulai Kamis.

Key mengatakan sekarang merupakan saatnya berkunjung ke Fiji setelah Selandia Baru memainkan peran penting dalam membantu negara tersebut pascaterjangan badai Winston, yang menewaskan 44 orang pada Februari silam.(AFP/ant)

 

Komentar