Nicolas Maduro terancam referendum pemberhentian

KANALSATU - Pihak berwenang Venezuela menetapkan batas waktu pada Jumat (10/06) untuk tahap berikutnya dalam desakan oposisi terkait seruan referendum guna melengserkan Presiden Nicolas Maduro, namun memperingatkan mereka akan menghentikan proses itu jika kekerasan meletus.
Otoritas pemilu akan mengambil sidik jari mulai 20 hingga 24 Juni untuk mengonfirmasikan warga yang menandatangani petisi referendum, kata ketua Dewan Pemilu Nasional Tibisay Lucena kemenangan kecil bagi oposisi saat mereka berpacu dengan waktu.
Namun, Lucena memperingatkan seluruh proses akan dihentikan jika berubah anarkis.
“Kami ingin sangat menegaskan (bahwa) semua agresi, gangguan atau kekerasan akan berujung pada penghentian segera proses itu hingga ketertiban, perdamaian dan kenyamanan kembali dipulihkan,” ujarnya dalam konferensi pers.
Para lawan presiden berhaluan sayap kiri itu berjuang untuk merampungkan proses panjang terkait seruan referendum pada akhir tahun ini.(AFP/ant/win)