Cameron ingin hubungan "sedekat mungkin" dengan UE

KANALSATU - Perdana Mentri David Cameron ingin hubungan“ sedekat mungkin” dengan Uni Eropa (UE) setelah Inggris memutuskan untuk keluar dari blok, dan menambahkan lagi sebagai “sekonsturktif mungkin”. Selasa (28/06)
Saat Cameron tiba di pertemuan Brussel, dia mengatakan pada para wartawan, saat Inggris meninggalkan Uni Eropa, “Kami tidak boleh berpaling dari Eropa.”
“Negara-negara tersebut adalah tetangga kita, sahabat kita, sekutu kita, rekan kita,” tambahnya.
“Saya berharap banyak kita menjalin hubungan kerjasama seerat mungkin pada perdagangan, kerjasama dan keamanan, karena ini baik untuk kita dan baik untuk mereka.”
Cameron, yang mengampanyekan agar Inggris bertahan di Uni Eropa, berada dalam tekanan dari pemimpin Eropa lainnya untuk segera mengajukan proses pemisahan dengan menjalankan Pasal 50 perjanjian Lisbon Uni Eropa.
Tapi Cameron mengatakan tidak akan mengambil langkah tersebut, yang akan memberi waktu hingga dua tahun sebelum Inggris keluar dari UE.
Dia berkata bahwa hal tersebut tergantung oleh penerusnya, yang diperkirakan akan mulai menjabat pada September.
Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan tidak akan memberi perlakuan istimewa dan “pilih-pilih” dalam negoisasinya.
“Semua yang ingin meninggalkan keluarga ini tidak bisa berharap melepaskan kewajibannya dan masih mendapat hak istimewanya, “Merkel mengatakan pada parlemen Jerman. (AFP/ant)