Rusia bongkar serangan cyber terencana

KANALSATU - Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Rusia pada Sabtu (30/07) mengatakan pihaknya membongkar sebuah serangan cyber terencana yang menargetkan sekitar puluhan organisasi pemerintah dan militer.

Dalam sebuah pernyataan, FSB mengatakan pihaknya mendeteksi malware “yang khusus diciptakan untuk memata-matai sekitar 20 lembaga di Rusia secara online.”

Organisasi tersebut yaitu lembaga pemerintah, ilmiah dan militer, ungkap FSB. “Situasi itu tampaknya menunjukkan... serangan terencana, yang dirancang oleh para profesional,” imbuhnya.

Belum ada indikasi siapa yang diyakini Paspampres Rusia sebagai dalang di balik rencana tersebut.

Menurut FSB, virus itu dikirim sebagai lampiran di sebuah surat elektronik, memungkinkan pengirim mencegat lalu lintas data, menyadap telepon, mengambil screenshot, mengaktifkan mikrofon dan kamera dan merekam ketikan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Partai Demokrat Amerika Serikat mengatakan pada Sabtu mereka menjadi sasaran satu serangan cyber lainnya.

Peretasan di server Komisi Nasional Demokrat mengakibatkan kebocoran surat elektronik memalukan yang mengungkapkan bagaimana para pemimpin partai berusaha menghambat rival Hillary Clinton untuk maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat Bernie Sanders.

Rusia menyangkal keterlibatannya dalam kampanye pemilihan umum Amerika Serikat, meskipun calon presiden dari Partai Republik Donald Trump menantang Moskow untuk meretas surat elektronik rivalnya Hillary Clinton.(AFP/Ant/win)

Komentar