Polisi Spanyol bongkar jaringan imigran ilegal Tiongkok

KANALSATU - Polisi Spanyol mengatakan pada Sabtu (27/08) mereka membongkar sebuah jaringan besar yang diduga memungkinkan warga negara Tiongkok tinggal secara illegal di negara tersebut dengan kontrak palsu sebagai staf dalam negeri sehingga mereka bisa mendapatkan izin tinggal.
Polisi meringkus 57 orang di seluruh penjuru Spanyol sebagai bagian dari operasi itu, termasuk pasangan asal Tiongkok yang diduga menjalankan jaringan tersebut, kata polisi dalam sebuah pernyataan.
Pihak berwenang menduga warga negara Tiongkok yang tinggal secara illegal di Barcelona membayar sebesar 8.000 euro (sekitar Rp118,7 juta) kepada jaringan itu untuk kontrak pekerjaan dalam negeri palsu dengan para pemilik usaha di pulau liburan Lanzarote, memungkinkan mereka mendapatkan izin tinggal.
“Mereka akan kembali ke Barcelona setelah mereka memperoleh izin tinggal untuk bekerja di sektor tekstil, tanpa pernah melakukan pekerjaan yang semestinya dilakukan,” menurut pernyataan tersebut.
Jaringan itu diduga membayar para pemilik usaha, biasanya di hotel-hotel di Lanzarote, sekitar 1.500-2.000 euro (sekitar Rp22,2-29,6 juta) untuk setiap kontrak palsu yang mereka sediakan bagi seorang warga negara Tiongkok.
Seorang juru bicara polisi tidak bisa mengatakan berapa banyak warga Tiongkok yang memperoleh izin tinggal melalui skema tersebut, hanya mengatakan jaringan itu “sangat penting.”
Dengan jumlah di bawah 200.000 orang, warga negara Tiongkok yang tinggal secara legal di Spanyol menjadi populasi imigran komunitas asing terbesar keempat di negara itu, menurut badan statistik nasional INE.(AFP/Ant)