Nahrawi : Tugas menteri berat

KANALSATU – Meski bursa calon ketua umum PSSI belum muncul, namun hembusan dukungan sudah mulai. Tak terkecuali, Menpora Imam Nahwrawi dukungan mengalir pada dirinya langsung dicounter jika menjadi menteri sudah berat.

"Tugas menjadi pembantu presiden itu berat, kok mau ditambahi jadi Ketua Umum PSSI," cetus Nahrawi,  usai membuka kegiatan DBL Camp, di Surabaya, Sabtu (3/9/16) pagi.

Menurutnya, saat ini dia masih ingin fokus pada tugasnya sebagai Menpora. Sebab, Nahrawi mengaku ingin menyelesaikan semua masalah di Indonesia, tidak hanya persoalan sepak bola.

Seperti, pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang akan dilaksanakan pada Oktober mendatang di Makassar, memperbarui organisasi PSSI, dengan menyelesaikan segala persoalan yang ada.

Bahkan kata Nahrawi, tidak ada seorang Menpora yang merangkap menjadi Ketua Umum PSSI. Hal itu hanya terjadi saat era Agum Gumelar. "Tapi itu juga mantan menteri, bukan menteri," tegas Nahrawi.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur (Jatim) Bambang Pramukantoro, pernah memberikan statement agar Menpora Imam Nahrawi maju sebagai calon Ketua umum PSSI, dalam KLB PSSI, 17 Oktober 2016 mendatang. "Saya sudah berkomunikasi dengan Menpora agar maju dalam pencalolan Ketua Umum PSSI nanti.”

Dukungan Asprov PSSI Jatim kepada Imam Nahrawi bukan tanpa alasan. Sejak zaman Orde Baru, Ketua PSSI adalah seorang menteri. Tradisi itu terputus setelah Nurdin Halid menjadi Ketua Umum PSSI, dan kemudian ditengarai banyak mafia yang masuk ke dunia sepakbola. (win16)

 


Komentar