Menpora klarifikasi atlet 'ngamen' untuk biaya kejurnas

ilustrasi

KANALSATU – Lifter asal Sumatera Barat (Sumbar), Sandra Diana Sari baru – baru ini ramai mengamen di jalanann untuk biaya mengikuti Kejurnas, disikapi oleh Menpora Imam Nahrawi.

Menteri asal Bangkalan Madura itu, langsung terbang ke Sumbar dengan tujuan ingin mendengar keluhan Sandra Diana Sari, di tempat latihan Family Barbell Club, Padang Selatan,  Minggu (28/5) siang.

Menpora didampingi Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menemui Sandra Diana Sari, untuk klarifikasi berbagai persoalan demi terjaganya potensi atlet untuk terus menjaga prestasi agar semakin baik.

"Saya senang hari ini bisa bertemu Sandra, pelatih, manajemen klub, Pak Wagub, Pak Kadispora, Ketua KONI, Pengurus PABBSI, semua unsur-unsur pembinaan olahraga provinsi. Ini menunjukkan perhatian yang amat dari pemerintah pusat kepada potensi atlet," kata Imam Nahrawi. 

Sandra Sari Diana, mengiringi prestasinya kala ini ternyata juga menjadi trending topik jagad media, lantaran upaya mengumpulkan 'koin recehan' di jalanan. Hal itu bisa menjadi preseden buruk untuk saling menyalahkan. Padahal jika semua pihak dapat memahami, semua persoalan dapat dicarikan solusi penyelesaiannya. 

"Saat ini, diawal Ramadan saatnya tabayun, mempertemukan kita semua untuk menjelaskan segala duduk permasalahan. Perlu dipahami, bahwa urusan apa saja apalagi menyangkut keuangan itu ada mekanisme yang harus dilalui.”  

“Saya minta Pak Wagub atas nama Gubernur dan pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk dapat segera menyelesaikan segala persoalan yang ada agar potensi atlet tetap terjaga dan berkembang," tegas Imam Nahrawi.

Menpora Imam Nahrawi, meminta agar Sandra dapat mengikuti Kejuaraan Nasional, di Medan pada Oktober mendatang. "Saya harap Sandra dapat mengikuti kejurnas nanti dan memperoleh prestasi yang membanggakan, mengharumkan Sumatera Barat dan Indonesia," harapnya. 

Perhatian pemerintah terhadap atlet, tidaklah hanya satu cabor saja seperti angkat berat tetapi seluruh cabang olahraga, hanya saja ada keterbatasan-keterbatasan yang memerlukan kerja bareng semua pihak.

"Tanggung jawab pembinaan olahraga, adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, sponsor, masyarakat dan bahkan orang tua. Mari kita saling memahami agar atlet potensi tetap mendapat perhatian untuk mengembangkan prestasi," tegas Menpora.

Sementara Wagub Sumbar, Nasrul Abit mendengarkan harapan Menpora, langsung merespon positif, "Siap, saya akan selesaikan persoalan yang ada agar Sandra dan potensi-potensi atlet lainnya di Sumatera Barat tetap terperhatikan dan terbina dengan baik," ucapnya.

Turut hadir, Staf Khusus Menpora Bidang Olahraga Taufik Hidayat, Bupati Lima Puluh Kota Ferizal Ridwan, Kadispora Sumbar Priadi Syukur, Rektor UNP Ganefri, Ketua KONI Sumbar Syaiful, dan Ketua Harian PABBSI Edwarsyah. (ks-6)

 


Komentar