Persebaya resmi berkompetisi di Divisi Utama

KANALSATU - Kabar gembira bagi pencinta Persebaya Surabaya. Klub kebanggaan Surabaya tersebut dipastikan bertarung di Divisi Utama musim depan.
Hal itu diputuskan dalam rapat anggota Executive Committe (Exco) PSSI yang berlangsung di Alana Hotel, Solo, Selasa (6/9) malam. Dalam putusan tersebut, PSSI menerima Green Force – julukan Persebaya, sebagai anggota PSSI dan bermain di kasta kedua kompetisi sepak bola Indonesia musim depan.
Selain itu, Exco PSSI juga sudah mengakui enam klub lain yang mendapat hukuman sejak 2013 lalu. Meraka adalah Arema Indonesia, Persewangi Banyuwangi, Persibo Bojonegoro, Persema Malang, Lampung FC, dan Persipasi Kota Bekasi.
“Keputusan Exco ini juga sudah sesuai dengan semangat dari pemerintah,” ucap Djamal Aziz, anggota Exco PSSI.
Keputusan tersebut sah karena sudah disetujui oleh total 12 anggota Exco PSSI yakni Hinca Pandjaitan, Diza Ali, Reva Deddy Utama, Tonny Apriliani, Djamal Aziz, La Siya, Hadiyandra, Husni Hasibuan, Zulfadli, Dodi Reza Alex Noordin, Erwin Dwi Budiawan, dan Roberto Rouw. Kemudian akan disahkan di KLB PSSI di Makassar pada 17 Oktober mendatang.
Sementara itu, Manajer Persebaya, H. Farid mmengungkapkan bahwa keputusan Exco PSSI itu adalah kabar baik bagi publik Surabaya. Mereka akhirnya kembali bisa melihat tim kesayangan berlaga di kompetisi sepak bola Indonesia. ”Terima kasih untuk PSSI,” ucap Farid.
Hal yang sama dikatakan Manajer Arema Indonesia, Haris Fambudy. Menurutnya keputusan Exco tersebut membuat perjuangan Arema Indonesia untuk kembali ke lapangan hijau semakin dekat.
Keputusan Exco PSSI yang mengakui kembali Persebaya Surabaya disambut suka cita Bonek. Berbagai ucapan syukur meluncur dari ribuan Bonek. Baik itu dalam obrolan di warung kopi atau linimasa media sosial. Pendukung fanatik Persebaya itupun tak terlalu mempermasalahkan meski keputusannya menyebutkan kalau tim asal Kota Pahlawan tersebut harus memulai kompetisi dari Divisi Utama.
Keputusan tersebut dipandang sudah sangat baik. Sebab, PSSI sudah mau mengakui kembali Persebaya. Di sisi lain, keputusan itu juga jauh lebih baik jika dibandingkan Persebaya harus memulai dari Liga Nusantara. ”Kami takutnya klub-klub di Liga Nusantara tidak mampu menampung kami ketika mendukung Persebaya,” kata juru bicara Arek Bonek Andie ”Peci” Kristiantono.
Ya, mau main di mana saja, Bonek memang selalu berusaha mendampingi Persebaya. Jumlah mereka pun tidak hanya ratusan saat mendukung Green Force -julukan Persebaya- saat partai tandang, tapi selalu mencapai ribuan.
Seperti yang dikatakan Peci, biasa jadi stadion kesebelasan yang bertanding di Liga Nusantara tidak cukup kapasitasnya untuk menampung Bonek. Karena itu, keputusan Exco PSSI yang menempatkan di Divisi Utama disebut hal yang sudah tepat.
”Dengan bermain di Divisi Utama, manajemen Persebaya bisa menata diri lebih baik lagi. Bisa menyiapkan tim lebih baik. Sebab, bagaimanapun juga Persebaya sudah tidak berkompetisi tiga tahun, jadi Persebaya harus melakukan persiapan yang lebih ekstra dibanding tim lainnya,” ujar Peci.
Nah, Divisi Utama dinilai Bonek sebagai arena yang tepat. Sebab, kalau langsung di kasta tertinggi dikhawatirkan permainan Persebaya masih kurang greget. Begitupula dengan manajemennya. ”Kami lebih senang Persebaya memulai dari Divisi Utama,” tegas Peci.(win12)