40 Mahasiswa raib, Pejabat HAM PBB temui keluarganya

KANALSATU - Seorang pejabat HAM PBB, Rabu 21/09), bertemu dengan orang tua dari 43 mahasiswa Meksiko yang menghilang sejak 2014 dan memuji pihak berwenang karena mengupayakan jalur penyelidikan baru dalam kasus yang belum terpecahkan.
Jan Jarab, perwakilan Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB (OHCHR) di Meksiko, bertemu dengan keluarga korban di perguruan tinggi pelatihan guru tempat belajarnya ke-43 mahasiswa tersebut di Ayotzinapa, negara bagian Guerrero.
Kunjungannya dilakukan beberapa hari menjelang peringatan dua tahun tragedi tersebut, yang terjadi di Kota Iguala.
Puluhan mahasiswa menuju ke kota itu untuk membajak beberapa bus yang akan digunakan dalam aksi protes di Mexico City, praktik yang biasa dilakukan di sana, ketika mereka diserang kepolisian lokal.
Beberapa bulan setelah itu, pihak berwenang mengatakan bahwa para petugas itu menyerahkan 43 mahasiswa tersebut kepada kartel narkoba, yang kemudian membunuh mereka, membakar jasad mereka di sebuah tempat pembuangan sampah dan melemparkan sisanya ke sebuah sungai.
Namun, pakar independen dari Komisi HAM Antar-Amerika mengeluarkan dua laporan kecaman yang menolak kesimpulan pemerintah, mengatakan bahwa pembakaran jasad dalam jumlah besar seperti yang dimaksud dari kesimpulan itu tidak mungkin terjadi secara ilmiah.
Pekan lalu, wakil jaksa agung untuk HAM, Eber Betanzos, mengatakan kepada AFP bahwa pihak berwenang akan melakukan pencarian baru di lokasi lain menggunakan teknologi pemindaian laser. Ada juga penyelidikan terhadap kemungkinan peran departemen kepolisian lokal lain dalam kasus tersebut.
“Dalam beberapa pekan terakhir kami melihat beberapa indikasi bahwa mereka sudah menyelidiki kemungkinan lain,” ujar Jarab kepada wartawan.
“Menurut saya ini merupakan hal positif, meski kami tentu akan mengikuti prosesnya,” katanya setelah bertemu dengan keluarga korban di negara bagian Guerrero.(AFP/Ant)