Wapres terima perwakilan demostran di ruang kerja

KANALSATU - Dua perwakilan organisasi masyarakat (ormas) yang berdemo dibawa masuk ke dalam Istana Merdeka, Jakarta. Mereka menjadi perwakilan pedemo untuk bertemu perwakilan Istana.
Dua perwakilan tersebut Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI, Bachtiar Natsir dan Wakil Ketua GNPF MUI Zaitun Rasmin. Keduanya langsung dijemput Kapolda Metro Jaya Irjen Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen Tedy Lhaksamana.
Saat menuju masuk ke dalam Istana, tak ada komentar yang terlontar dari mulut keduanya. Begitu juga dari Iriawan dan Tedy. Mereka langsung menerobos padatnya demonstran untuk membawa keduanya.
Para demonstran pun sempat ingin merengsek masuk mendekati Istana Merdeka. Mereka berusaha menembus blokade kawat berduri yang dilapisi dengan aparat kepolisian bertameng. Namun melalui pengeras suara, aparat keamanan coba menenangkan pedemo dan meminta demonstrasi dapat terus berjalan tertib.
"Sekali lagi saya minta kepada masyarakat untuk tetap tertib dalam menyampaikan aspirasi. Kami bersama TNI akan melakukan pengawasan," kata salah seorang anggota kepolisian di lokasi demonstrasi, Jumat (4/11/2016).
Sementara itu, demonstrasi hingga kini masih berlangung. Gema takbir dan salawat nabi terus dilantunkan pedemo.
Tiga orang perwakilan peserta demo 4 November akhirnya diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (4/11/2016) sore.
Mereka adalah Bachtiar Nasir, Zaitun, dan Misbakhun Anam. Awalnya, Amien Rais juga turut bersama rombongan. Namun, Amien tidak ikut masuk ke dalam ruang pertemuan.
Amien kemudian terlihat duduk di bawah pohon sembari menunggu perwakilan demonstran bertemu dengan Wapres Kalla. Hingga pukul 17.44 WIB, utusan demonstran masih melakukan pertemuan.
Informasi yang dihimpun, sejumlah menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga negara turut dalam pertemuan itu. Para menteri itu, antara lain, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Saat utusan demonstran bertemu Wapres Kalla, Presiden Joko Widodo masih melakukan kunjungan ke proyek pembangunan kereta cepat. Para demonstran menuntut proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan penistaan agama.(win12)