Jepang desak Korsel copot patung “Perempuan Penghibur”

KANALSATU - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Sabtu (07/01), meminta Korea Selatan untuk mencabut patung “perempuan penghibur” yang membangkitkan kembali sengketa diplomatik terkait perbudakan seks yang dilakukan Tokyo pada masa perang.
Ketegangan memuncak pada Jumat ketika Tokyo memanggil duta besarnya karena patung yang ditempatkan di luar konsulat mereka di Busan bulan lalu. Patung tersebut melambangkan perempuan yang dipaksa bekerja di rumah bordil militer Jepang hampir selama Perang Dunia II.
Jepang berpendapat bahwa hal itu bertentangan dengan kesepakatan 2015 antara kedua negara bertetangga untuk mengakhiri isu “perempuan penghibur” yang telah berlangsung selama beberapa dekade dengan permintaan maaf dari ganti rugi uang dari Jepang.
“Jepang sudah membayar satu miliar yen (sekitar Rp114,1 miliar) karena kami dengan tulus memenuhi kewajiban kami. Saya pikir ini saatnya bagi Korea Selatan untuk menunjukkan ketulusan,” kata Abe dalam sebuah program yang ditayangkan pada Minggu di lembaga penyiaran umum NHK.
Nasib yang dialami para perempuan tersebut telah memperburuk hubungan selama beberapa dekade tetapi pemerintahan Abe dan Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye telah mencapai kesepakatan pada akhir 2015 untuk akhirnya menyelesaikan isu tersebut.
Menurut kesepakatan, Jepang menawarkan permintaan maaf dan pembayaran satu miliar yen (sekitar Rp114,1 miliar) bagi korban dari Korea Selatan yang masih hidup.(AFP/Antara/win)