Pewaris Red Bull buron Kepolisian Thailand

KANALSATU - Kepolisian Thailand mengungkapkan, Rabu (03/05), bahwa pihaknya sedang memburu pewaris Red Bull Worayuth Yoovidhya yang dikabarkan melarikan diri ke Singapura menggunakan jet pribadi beberapa hari setelah pihak berwenang mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya atas insiden tabrak lari pada 2012.
Setelah bertahun-tahun berhasil menghindari jaksa penuntut, miliarder Worayuth (32) mendapatkan kekebalan hukum yang selama ini dinikmati kalangan elit Thailand.
Pihak berwenang akhirnya mengeluarkan surat perintah penangkapan Worayuth pada pekan lalu setelah hingga tenggat waktu berakhir ia tidak kunjung menemui jaksa, hampir lima tahun setelah ia kabur usai menabrak seorang polisi hingga tewas menggunakan mobil Ferrari di jantung Kota Bangkok.
Namun, Worayuth, yang dijuluki sebagai “Bos”, pergi keluar negeri hanya beberapa hari sebelum surat perintah penangkapan dikeluarkan, menurut keterangan kepolisian.
“Pertama kami harus menemukan keberadaan dia dan kemudian kami bertindak. Jika kami tidak berhasil menemukan dia maka kami tidak bisa mengambil tindakan selanjutnya,” ujar juru bicara kepolisian nasional Thailand Kolonel Krissana Pattanacharoen kepada AFP.
Petugas imigrasi mengungkapkan kepada media setempat bahwa Worayuth bertolak ke Singapura menggunakan jet pribadi pada 25 April. Kepolisian masih berusaha memastikan apakah ia masih berada di negeri singa. Kedua negara tidak memiliki perjanjian ekstradisi.
Krissana mengatakan penyidik berusaha agar pasport Thailand konglomerat tersebut ditarik. “Kami sudah menghubungi Kementerian Luar Negeri untuk meninjau apakah mungkin untuk mencabut paspor dia,” ujarnya.(AFP/Antara)