Jalur Sutera versi baru ditolak sejumlah negara

KANALSATU – Jalur perdagangan kuno yang diperbaruhi menjadi Jalur Sutera baru dikhawatirkan hanya akan menguntungkan China, sehinga tidak semua negara setujua dengan kesepakatan jalur tersebut yang digagas melalui konferensi tingkat tinggi di Negeri Tirai Bambu pada Senin (15/05).
Jerman, Estonia dan Hongaria termasuk di antara negara-negara Uni Eropa (UE) yang menolak penandatanganan dokumen itu, ungkap diplomat yang tidak ingin disebutkan namanya kepada AFP.
Hampir 30 pemimpin dunia berpartisipasi dalam KTT global mengenai rencana Jalan Sutra Tiongkok tersebut -- proyek infrastruktur besar-besaran yang diharapkan Beijing akan membuka kembali jalur perdagangan kuno dari Asia ke Eropa dan Afrika.
Puncak acara forum tersebut digelar pada Senin malam dengan pidato akhir dari para kepala negara, mengungkap pernyataan mengenai berbagai topik mulai dari keuangan hingga hubungan antara masyarakat.
Diplomat itu mengatakan beberapa negara Eropa yang mengambil bagian dalam panel perdagangan KTT memutuskan untuk menolak pernyataan tersebut karena mereka meyakini itu kurang memadai untuk meredam kekhawatiran Eropa seputar transparansi pengadaan publik dan standar sosial serta lingkungan.
Tiongkok baru memaparkan dokumen tersebut kepada para negosiator pekan lalu, mengatakan kepada mereka pernyataan dagang tidak dapat diubah, ungkap pejabat itu.
Beijing berusaha memperkuat hubungan dagangnya di Asia, Afrika, dan Eropa melalui KTT tersebut, namun beberapa pihak mencemaskan bahwa Jalur Sutra baru ini hanya akan menguntungkan pengekspor Tiongkok.(afp/ant/ks-2)