Presiden Meksiko janji lindungi keselamatan wartawan

KANALSATU – Pasca kasus penculikan dan pembunuhan terhadap beberapa jurnalis,  Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto, Rabu (17/05) secara tegas berjanji untuk lebih baik dalam melindungi keselamatan wartawan. Sedikitnya sudah ada lima jurnalis selama 2017 yang ditembak mati oleh beberapa orang tidak dikenal - setelah menulis isu persaingan geng narkoba.

Dalam pidato umum pertamanya tentang isu tersebut, Pena Nieto berjanji akan mendedikasikan sumber daya yang diperlukan untuk memberikan perlindungan yang dibutuhkan bagi jurnalis dan pembela HAM.

Menyusul keluhan dari sejumlah kelompok HAM bahwa pembunuhan jurnalis tidak dihukum, dia mengatakan bahwa dirinya akan memperkuat departemen layanan penuntutan umum yang sudah ada, yang mengkhususkan diri pada isu kejahatan terhadap kebebasan berekspresi.

Komite Perlindungan Jurnalis (Committee to Protect Journalists/CPJ) yang berbasis di AS menyatakan bahwa Meksiko masih menjadi salah satu negara negara paling berbahaya di dunia untuk jurnalis, meski sudah dibentuk badan penuntutan tersebut.

Presiden mengatakan bahwa penyelidikan yang sudah ada terhadap kasus pembunuhan jurnalis akan ditingkatkan. “Aksi kekerasan terhadap jurnalis dan pembela HAM memberi luka yang dalam bagi masyarakat kami,” katanya. “Yang diharapkan warga adalah hasil, dan perang melawan impunitas,” tambahnya.

Javier Valdes (50) ditembak sampai tewas di jalan di tengah hari bolong saat berada di kota kediamannya di Culiacan pada Senin, ungkap kejaksaan.(AFP/ANT/ks-4) 

 

Komentar