Di KTT G20, Erdogan ancam tolak ratifikasi Kesepakatan Iklim

KANALSATU - Tokoh yang satu ini memang dikenal kontroversi. Sering mengambil sikap berlawanan arah. Bukan hanya di dalam negerinya, tapi juga di dunia luar. Dia adalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia mengancam negaranya tidak akan meratifikasi kesepakatan iklim Paris, berbicara di penghujung konferensit tingkat tinggi (KTT) G20 di Jerman, Sabtu (08/07).
“Setelah langkah yang diambil Amerika, posisi yang kami adopsi yaitu ke arah tidak mengesahkannya di parlemen,” kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers di Hamburg.
KTT negara-negara maju dan berkembang di dunia itu sepakat bahwa 19 anggotanya akan tetap berpegang pada rencana 2015 unruk memerangi pemanasan global dan “memperhatikan” penarikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dari inisiatif tersebut.
Namun, tidak lama setelah KTT tersebut berakhir, Erdogan, yang bertemu dengan Trump di acara itu, mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa Turki bukan lagi calon tertentu dan mengungkapkan anggota lain dari “G19” juga ragu.
Dia mengatakan bahwa dia dengan jelas mengatakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel: “Jangan tersinggung, tapi kami tidak akan mengesahkannya di parlemen kami selama janji yang dibuat kepada kami tidak dipenuhi.”
Dia mengatakan mantan presiden Prancis Francois Hollande berjanji kepadanya bahwa Turki akan digolongkan sebagai negara berkembang dan bukan negara maju -- yang berarti Ankara akan menerima uang dari dana iklim global bukannya membayarnya.(AFP/Antara/ks)