Tingkatkan Potensi Daerah, Bupati Banyuwangi Genjot 40 Inovasi Publik

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

KANALSATU – Potensi nilai lebih sebuah daerah bisa menjadi kunci bagi kemajuan pembangunan nasional. Karena secara beriringan, daerah juga harus menyelesesaikan problem nasional.

Pemikiran Benjamin Barber tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB'9) dengan tema "Membangun Indonesia Dalam Perspektif Peningkatan Daya Saing Daerah" di Ruang Hayam Wuruk, Gedung Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis (22/11/2018).

Dikatakan Anas, dengan masuknya industri 4.0, ucapan terima kasih dilayangkan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah mampu merumuskan problem infrastruktur yang menjadi program Presiden. ”Kami mengambil cara, salah satunya dengan program smart kampung. Ketika di beberapa kota ada program smart city, kami pilih smart kampung,” ungkap Abdullah Azwar Anas.

Menurutnya dengan demikian ini menjadi pekerjaan daerah. Wilayah Banyuwangi harus prioritaskan ini semua karena saat ini sudah terakses dengan 172 desa dengan fiber optic.

"Alhamdulillah, upaya yang dikerjakan dengan Pemda Banyuwangi ini membuat rakyat bisa melayani program ini sendiri. Contohnya, program pengentasan kemiskinan,” jelasnya. Tentu saja, ini semua untuk meningkatkan daya saing daerah dengan meningkatkan perekonomian, koperasi bisa berdikari, dan kredit bisa berdiri.

”Tapi jika potensi tersebut tidak ditingkatkan, kredit tidak akan berjalan. Alfamart dan Indomart tidak kami izinkan di Banyuwangi. Kami sedang membangun warung pintar, di mana mereka (masyarakat) bisa menjual tiket pesawat dan hotel sehingga tidak hanya menjual Indomie dan kopi, tapi juga dibuka tourist center. Bule bisa masuk kesini,” papar Azwar Anas.

Sekarang per hari sudah ada 1.600 orang ke Banyuwangi. Kemudian pada 19 Desember nanti akan ada direct flight ke Banyuwangi. Bandara itu tidak dibangun dengan APBN, tapi sharing antara pemda dan swasta.

”Semua hotel di Banyuwangi ada nilai kelokalan, seperti batik. Karena jika tidak ada arsitek lokal tidak kami izinkan. Sekarang Bank Indonesia sudah rapat di Banyuwangi, OJK rapat di Banyuwangi. Ada jaksa agung, ada 580 hommestay untuk meningkatkan daya saing lapis bawah. Sekarang homestay bisa mudah dipesan lewat online yaitu traveloka,” jelasnya.

Hingga saat ini, Bupati Banyuwangi mengungkapkan, ada 740 mahasiswa yang sudah dikuliahkan. Hal itu dilakukan untuk menyiapkan anak-anak Banyuwangi bisa mengajar di desa, yaitu anak fresh baru lulus, digaji Rp 2 juta per bulan.

”Kami juga memberikan uang saku setiap hari kepada anak sangat miskin. Mengapa mereka tidak sekolah? Bukan hanya tidak mampu bayar sekolah, Bapak Presiden sudah menggratiskan sekolah, tapi mereka tidak punya sepatu, baju, buku, maka kami kasih uang saku setiap hari, yang syaratnya keluarganya tidak merokok dan tidak punya smartphone,” tutur Bupati Banyuwangi.

Selain itu, saat ini pihaknya sudah siapkan SMK jurusan kopi dan coklat, sehingga setelah mereka keluar bisa menjadi enterepereneur. Lalu infrastruktur, dibangun fiber optic. Juga merangkul Gojek, di mana Gojek di Banyuwangi juga mengantar obat untuk orang sakit.

”Semua ini masuk ke 40 inovasi publik, Gojek juga mengantar rantang kasih, setiap hari kami kasih rantang makanan secara gratis. Inovasi ini tidak menunggu petunjuk dari Jakarta. Kami juga ada mall pelayanan publik, ada 199 pelayanan, imigrasi, KTP, bilik nikah, kami layani,” jelasnya. (KS-5)

Komentar