Tubuh Kedua Pendaki Nanga Parbat Ditemukan, Namun Sulit Untuk Dievakuasi

KANALSATU - Mayat seorang pendaki Inggris dan Italia yang hilang saat mendaki Gunung Paling Berbahaya di Pakistan telah ditemukan, ujar Duta Besar Italia untuk Pakistan pada hari Sabtu (9/3).
Pembalap Italia Daniele Nardi dan sesama pendaki gunung Tom Ballard berusaha melakukan pendakian musim dingin yang jarang terjadi di Gunung Nanga Parbat yang memiliki ketinggian 8.126 meter (26.660 kaki) di dalam gugusan Himalaya, yang dianggap sebagai salah satu gunung paling sulit ditaklukkan di dunia.
“Dengan duka cita kami informasikan bahwa pencarian @NardiDaniele dan Tom Ballard telah berakhir sebagaimana tim pencarian telah mengkonfirmasi bahwa siluet yang terlihat di Mummery sekitar 5.900 meter adalah milik Daniele dan Tom.” tulis utusan Italia Stefano Pontecorvo dalam media sosial twitternya.
Mayat para pendaki dipercaya berada di ketinggian tinggi di rute Mummery berbahaya Nanga Parbat yang mana belum ada ekspedisi yang berhasil mencapai titik tersebut, yang berarti tubuh mereka tidak mungkin ditemukan.
Kedua pendaki terakhir memberi kabar pada 24 Februari, ketika Nardi, seorang pendaki berpengalaman di kalangan atlet asal Italia, memanggil istrinya via ponsel.
Ballard adalah putra dari pendaki terkenal Inggris Alison Hargreaves yang menjadi wanita pertama yang mendaki Gunung Everest tanpa bantuan pada tahun 1995 tetapi meninggal kemudian pada tahun yang sama ketika turun dari puncak K2 Pakistan, gunung tertinggi kedua di dunia.
Pendakian musim dingin pertama yang sukses di Nanga Parbat dilakukan pada bulan Februari 2016. Seorang pendaki Polandia meninggal di gunung itu pada Januari 2018, tetapi rekan pendakian wanita Prancisnya diselamatkan oleh pendaki yang telah diterbangkan dari K2 untuk melakukan misi penyelamatan malam hari yang gagah berani.
Pada Juni 2017, seorang pria Spanyol dan seorang pendaki asal Argentina terbunuh dalam longsoran salju saat mencoba mencapai puncak Nanga Parbat. (FA)