Indospring Tahun ini Berencana Stock Split Dari Nominal Saham Rp1.000 Menjadi Rp100

KANALSATU - PT Indospring Tbk. berencana melakukan pemecahan saham (stock split) dari nominal Rp1.000 menjadi Rp100 (1: 10), sebagai upaya meningkatkan likuiditas perseroan.
Langkah yang akan dilakukan produsen suku cadang otomotif ini, direncanakan pada tanggal 4 Juli 2024 di pasar reguler dan negosiasi (Bursa Efek Indonesia).
Direktur PT Indospring Tbk, Bob Budiono, mengatakan kinerja Indospring pada tahun buju 2023 memang terpengaruh tekanan penjualan otomotif, baik itu skala nasional maupun internasional.
Bahkan dia mengatakan perseroan memperkirakan kinerja bakal mengalami penurunan signifikan pada 2024 ini, akubat pengaruh banyak hal.
"Proyeksi ada penurunan, tentunya kami akan memaksimalkan seluruh sumberdaya untuk mengatasi, salah satunya melakukan stock split dari nominal Rp1.000 menjadi Rp100 (1: 10), sebagai upaya meningkatkan likuiditas perseroan," jelasnya dalam paparan publik di Surabaya, Rabu (12/6/2024).
Bob lebih jauh mengatakan perseroan memperkirakan kinerja bakal mengalami penurunan signifikan pada 2024 akibat pengaruh banyak faktor.
Faktor tersebut antara lain adalah adanya penurunan penjualan mobil nasional, yang terkoreksi 24% (yoy/Q1), selain juga adanya pelemahan daya beli masyarakat, suku bunga belum turun, dan tingkat inflasi.
Adapun secara global, lanjutnya, ada faktor tensi geopolitik yang meningkat. Sejumlah ketegangan internasional juga menyebabkan ongkos logistik meningkat.
Meski diakui Indospring pada triwulan I/2024 telah membukukan penjualan bersih Rp805 miliar, namun perilehan itu justru turun 22% dari capaian posisi sama 2023.
Begitu juga dengan laba bruto, menurut Bib, pada periode berjalan meraup Rp113 miliar atau 14% dibanding penjualan bersih.
Namun capain laba bruto tersebut turun Rp59 miliar atau 34% dibandingkan periode triwulan I/2023.
Hal yang sama juga perokehan laba usaha Q1/2024 sebesar Rp31 miliar atau setara 4% dibandingkan penjualan bersih. Namun laba usaha periode ini mengalami penurunan Rp60 miliar atau 66% dibandingkan Q1/2023.
Sementara untuk laba bersih Q1/2024 sebesar Rp17 miliar atau 2% dibandingkan penjualan bersih. Penjualan bersih Q1/2024 tersebut mengalami penurunan sebesar Rp47 miliar atau 74% dibandingkan Q1/2023.
Wiranto Nurhadi, Direktur Utama PT Indospring Tbk. saat ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) membenarkan hal tersbut.
Dia bahkan menjelaskan perseroan sepanjang 2024 memproyeksikan nilai total penjualan mencapai Rp3,5 triliun, meski angka itu turun 7% dibandingkan pencapaian 2023.
"Apapun kondisinya, dalam RUPS yang telah diselenggarakan hari ini, Perseroan akan tetap membagikan dividen senilai Rp65,6 miliar, yaitu Rp100 per saham, atau setara dengan 36% dari laba bersih 2023 pada 12 Juli 2024," tuturnya. (ard)