Tim Futsal Jawa Timur U-40 Berhasil Raih Perunggu

MEDALI PERUNGGU: Jawa Timur gagal menembus partai puncak setelah kalah dari juara bertahan, Lampung, 4-6 , di Gor Futsal Borneo Banjarmasin, Kamis (24/8/2024), dan harus puas pulang hanya membawa medali perunggu. (dok/pwi)

KANALSATU - Laju Tim Futsal U-40 Jawa Timur akhirnya terhenti di babak semifinal Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Porwanas XIV 2024. 

Jawa Timur gagal menembus partai puncak setelah kalah dari juara bertahan, Lampung, 4-6 di Gor Futsal Borneo Banjarmasin, Kamis (24/8/2024).

Laga semifinal antara Jawa Timur melawan Lampung berlangsung sengit. Tertinggal lebih dulu 0-1 namun berhasil disamakan 1-1 di awal laga. 

Jawa Timur berbalik unggul 2-1, tapi kebobolan diakhir babak pertama mengubah skor Kembali imbang 2-2.

Di babak kedua, Jawa Timur mengebrak dan berhasil mencetak dua gol cepat. Keunggulan 4-2 tidak dipertahankan. Meski sudah bertempur habis-habisan, gawang Jawa Timur kebobolan empat lagi, yang akhirnya harus mengakui keunggulan juara bertahan Lampung, 4-6.

Kekahalan ini membuat Jawa Timur gagal ke final dan harus puas pulang dengan membawa medali perunggu.

"Pemain sudah bertempur mati-matian, Alhamdullilah, kita masih diberi rejeki medali perunggu," ucap  Kordinator Futsal Jatim U-40, Budi Mulyono, usai pertandingan.

Meski kalah, pencapaian Tim Futsal U-40 ini hingga babak semifinal mengalami peningkatan tajam dibandingkan Porwanas tiga tahun sebelumnya di Malang, Jawa Timur. Saat itu, tim ini babak belur dan gagal menembus semifinal.

Apalagi di Porwanas 2024 ini, lanjut Budi Mulyono,  Tim Futsal  U-40 ini hanya punya persiapan singkat karena  mengalami perombakan tim secara mendadak, beberapa minggu jelang keberangkatan ke Banjarmain.

"Persiapan sangat pendek, sebagai kordinator yang ditunjuk mendadak, saya minta maaf kepada semua jika ada kekurangan. Saya terima kasih kepada pemain  yang sudah berjuang dan berkorban untuk ke Banjarmasin selama seminggu ini rela meniggalkan keluarga dan pekerjaan," ucap wartawan yang dikenal sebagai Ketua Komunitas Media Pengadilan-Kejaksaan (KOMPAK). (ard/ega)


Komentar