Ekonomi Jatim Tumbuh 4,93 Persen di 2024, BI Proyeksi 2025 Tetap Sesuai Target

Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea (Dua dari kanan) dalam media briefing “Penguatan Sinergi untuk Menjaga Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur yang Berkelanjutan”, di Surabaya, Jumat (7/2/2025).

KANALSATU - Perekonomian Jawa Timur pada 2024 tumbuh stabil di angka 4,93 persen (yoy), ditopang oleh investasi dan sektor perdagangan, akomodasi, serta konstruksi. Inflasi yang terkendali di 1,51 persen (yoy) menjadi faktor kunci dalam menjaga daya beli masyarakat. 

Stabilitas ini menjadi dasar optimisme pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025, yang diproyeksikan berada di kisaran 4,7–5,5 persen (yoy).

Dalam media briefing bertajuk “Penguatan Sinergi untuk Menjaga Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur yang Berkelanjutan”, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah ini didorong oleh peningkatan investasi. Baik dari proyek strategis nasional (PSN) yang rampung pada awal 2024 maupun proyek swasta di kawasan industri dan KEK. 

“Inflasi yang terkendali tidak lepas dari koordinasi dalam kerangka pengendalian inflasi Jatim SIGATI,” ujarnya, Jumat (7/2/2025). 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala OJK Jawa Timur, Yunita Linda Sari, menyoroti pertumbuhan sektor keuangan yang tetap solid. Kredit perbankan tumbuh 8,04 persen (yoy) mencapai Rp614 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 4,73 persen (yoy) menjadi Rp790 triliun. Rasio kredit bermasalah (NPL) juga membaik ke 2,88 persen, menunjukkan stabilitas perbankan yang tetap terjaga.

Dari sisi fiskal, Kepala Perwakilan Kemenkeu Jawa Timur, Dudung Rudi Hendratna, menyatakan bahwa belanja APBN di Jawa Timur meningkat 13,74 persen, didorong oleh penguatan di sektor infrastruktur, bantuan sosial, dan persiapan pemilu serentak. “Realisasi penerimaan pajak, kepabeanan, dan PNBP hingga akhir 2024 melampaui target,” tambahnya.

Di sektor perbankan, Kepala LPS II Jawa Timur, Bambang S. Hidayat, menegaskan bahwa LPS menjamin lebih dari 608 juta rekening bank umum dan 15,8 juta rekening BPR/BPRS, yang mencakup 99,9 persen dari total rekening nasabah.
(KS-5)

Komentar