Merawat Alat Selam: Investasi Kecil untuk Keselamatan

KANALSATU – Tak sedikit penyelam yang rela merogoh kocek dalam untuk membeli peralatan selam berkualitas. Tapi ironisnya, banyak pula yang lalai merawatnya.
Padahal, peralatan selam tak ubahnya seperti kulit. Jika tak dirawat dengan baik, dampaknya akan terasa—baik pada performa maupun keselamatan.
Pesan ini disampaikan dalam acara halal bihalal komunitas penyelam yang digelar oleh Scuba World di Dive Center mereka, Jumat (11/4/2025). Selain menjadi ajang kumpul dan bersilaturahmi pasca-Lebaran, acara yang didukung Sherwood Scuba Group-Indonesia itu juga menjadi wadah edukasi tentang pentingnya merawat alat selam secara benar.
Dua pakar turut hadir untuk berbagi ilmu. Pertama, Dian Setiawan, teknisi spesialis alat elektronik selam dan pemeriksaan tabung, serta Igor Hendrasmoro, spesialis uji tekanan alat selam. Keduanya menekankan bahwa perawatan yang tepat adalah bagian tak terpisahkan dari keselamatan saat menyelam.
Bersih Belum Tentu Aman, Ini Kesalahan Umum Saat Mencuci Alat Selam
Menurut Dian, banyak penyelam mengira bahwa alat yang sudah dibilas dengan air bersih atau dicuci dengan detergen berarti sudah bersih dan aman. Faktanya, kandungan garam dalam detergen dan cairan antiseptik justru bisa menimbulkan kristalisasi pada komponen alat selam, mempercepat korosi, dan memperpendek usia pakainya.
“Gunakan pembersih khusus seperti Salt-X, yang bebas garam dan mengandung antiklor,” jelas Dian. Produk ini awalnya digunakan oleh militer Amerika Serikat untuk membersihkan peralatan mereka dari paparan garam laut dan kini telah dipakai luas, bahkan untuk mencuci black box di bandara.
Namun, perawatan alat selam bukan sekadar soal produk pembersih. “Masing-masing alat punya cara penanganannya sendiri. Jangan samakan cara merawat regulator dengan masker atau BCD,” tambahnya. Ia menyarankan para penyelam untuk mengenali karakteristik setiap peralatan dan tidak ragu berkonsultasi jika ragu.
Merawat = Menghargai Investasi dan Nyawa
Igor menambahkan bahwa merawat alat selam bukan hanya soal teknis, tapi juga soal tanggung jawab terhadap diri sendiri. “Kalau alat rusak di bawah laut, risikonya bisa fatal,” tegasnya.
Selain itu, ia juga berbagi tips memilih operator selam yang profesional dan aman, terutama saat menyelam di lokasi wisata.
Acara yang dihadiri sekitar 50 peserta dari Surabaya, Gresik, dan Malang ini juga menjadi ajang bertukar cerita dan pengalaman.
Scuba World berencana mengadakan acara semacam ini secara rutin tiap bulan dengan tajuk “Gear Up & Get Ready”. Setiap pertemuan akan mengangkat tema berbeda, dengan satu tujuan untuk membangun komunitas penyelam yang lebih sadar, lebih teredukasi, dan tentu saja, lebih peduli terhadap keselamatan.
(KS-5)