SGN dan PalmCo Perkuat Kolaborasi Transformasi Digital

Benchmarking e-Tera

KANALSATU — Komitmen untuk memperkuat sinergi antar entitas dalam ekosistem Holding Perkebunan Nusantara terus ditunjukkan melalui langkah nyata. Salah satunya melalui kunjungan strategis yang dilakukan oleh Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa ke Saung Manis Pabrik Gula (PG) Ngadirejo. 

Seperti diketahui, PG NGadirejo merupakan unit produksi yang dikelola oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Kediri, Jawa Timur.

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan benchmarking terhadap e-Tera, sebuah platform digital inovatif yang dikembangkan oleh SGN sebagai bagian dari transformasi teknologi dalam pengelolaan operasional pabrik gula. Inisiatif ini mencerminkan langkah progresif SGN dalam menjawab tantangan industri melalui pemanfaatan teknologi informasi secara menyeluruh.

e-Tera sendiri merupakan sistem digital yang memungkinkan pencatatan dan pemantauan aktivitas panen, penimbangan, hingga distribusi hasil produksi secara real-time dan terintegrasi. Platform ini menjadi fondasi penting dalam memastikan akurasi data, optimalisasi alur kerja, serta penguatan kontrol manajerial di seluruh lini operasional pabrik.

“Platform e-Tera adalah representasi nyata dari tekad kami untuk menghadirkan tata kelola operasional yang modern, transparan, dan berbasis data. Melalui inovasi ini, kami berharap dapat menciptakan standar baru dalam efisiensi dan integritas proses di industri gula nasional,” ujar Direktur Operasional SGN, Dodik Ristiawan. 

Dikatakan Didik, digitalisasi merupakan kunci strategis dalam menjawab tantangan produktivitas dan ketertelusuran dalam rantai pasok komoditas nasional. 

Sebagai bentuk dukungan atas langkah inovatif tersebut, Direktur Utama PTPN IV PalmCo turut menyampaikan apresiasi dan optimisme terhadap potensi kolaborasi antar anak perusahaan dalam mendorong transformasi digital yang lebih luas.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas terobosan SGN melalui e-Tera. Inisiatif ini membuktikan bahwa teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan katalis penting bagi peningkatan akuntabilitas dan daya saing industri.

“Kunjungan ini juga membuka ruang sinergi lintas komoditas melalui integrasi sistem digital, sehingga seluruh entitas dapat melangkah serempak menuju modernisasi yang berkelanjutan,” pungkas Jatmiko.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang saling bertumbuh dan berbagi praktik terbaik, namun juga menandai langkah konkret menuju penguatan sinergi dan transformasi digital berkelanjutan dalam ekosistem agroindustri nasional.
(KS-5)

Komentar