ASPPI Jatim Dorong Potensi Wisata Jawa Timur Melalui Jawa Timur Adventure Trip 2025

Ketua DPD ASPPI Jawa Timur, Eko Mujiono (tiga dari kanan) menyerahkan plakat kepada Dinas Pariwisata Kota Surabaya disela pembukaan Jawa Timur Adventure Trip 2025, Senin (28/4/2025) di Surabaya.

KANALSATU – Potensi pariwisata Jawa Timur terus dipromosikan melalui berbagai kegiatan kreatif. Salah satunya lewat ajang Jawa Timur Adventure Trip (JAT) yang digelar oleh DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jawa Timur, Senin (28/4/2025) malam, di Leedon Hotel Surabaya.

Ketua DPD ASPPI Jawa Timur, Eko Mujiono, mengatakan bahwa tahun ini merupakan penyelenggaraan JAT keempat dan menjadi salah satu yang paling spektakuler. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang fokus di satu lokasi, tahun ini acara mengombinasikan kunjungan ke beberapa destinasi unggulan di Jawa Timur.

"Setelah city tour ke kawasan Kota Tua Surabaya, peserta akan melanjutkan perjalanan dini hari ke Bromo Glass Bridge di Probolinggo, jembatan kaca pertama di Jawa Timur, lalu ke Air Terjun Tumpak Sewu di perbatasan Lumajang dan Malang. Setelah itu, acara akan berlanjut ke Jember untuk menggelar pertemuan business to business (B2B)," kata Eko.

Tahun ini, JAT diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka terdiri dari pemilik travel agent, hotel, restoran, perusahaan otobus, maskapai penerbangan, tour guide, tour leader, hingga pelaku UMKM kuliner dan oleh-oleh.

Menurut Eko, Jawa Timur memiliki kekayaan destinasi wisata yang luar biasa, namun perlu diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata. Ia mencontohkan kawasan Tumpak Sewu yang saat ini sedang viral di media sosial.

"Surabaya juga punya banyak potensi wisata, seperti susur sungai dan kawasan Kota Tua. Pak Wali Kota Surabaya berpesan agar wisatawan tidak hanya sekadar melewati kota ini, tetapi benar-benar menikmati pengalaman wisata yang tersedia," ungkapnya.

Eko menambahkan, wisatawan mancanegara yang datang ke Jawa Timur sebagian besar berasal dari Malaysia. Mereka umumnya tertarik dengan pengalaman berbelanja di kota-kota besar di provinsi ini.

Terkait efisiensi anggaran pemerintah, Eko mengakui bahwa hal ini berdampak pada segmen pelaku wisata yang mengandalkan pasar pemerintah. Namun, ASPPI optimistis bahwa geliat pariwisata di Jawa Timur tetap akan tumbuh berkat kolaborasi antara pelaku usaha dan dukungan pemerintah daerah.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Agus Pahlevi  bahwa saat ini pelaku industri pariwisata tengah mendapatkan tugas yang sangat berat. "Di saat keterpurukan, kita mendapat tugas sangat berat untuk bisa terus memajukan sektor pariwisata," kata Agus Pahlevi.

Oleh karena itu, ia berharap pelaku industri pariwisata harus berinovasi dan tetap bergerak. "Di saat pemerintah melakukan pengurangan anggaran, kita harus terus bergerak, mencari celah bagaimana bisnisnya bisa tetap berjalan," tandasnya.

Langkah kedua yang harus dilakukan adalah melakukan Gerakan Wisata Bersih (GWB) untuk memperkuat aspek kebersihan dan keberlanjutan destinasi wisata yang ada di Indonesia.

Ketiga, harus mulai memperhatikan tiga segmen yaitu yaitu gastronimic tourism, wellness, marine tourism. Gastronimic tourism ini adalah jenis perjalanan yang fokus pada pengalaman kuliner, baik itu mencicipi makanan dan minuman, mengunjungi pasar makanan, atau berpartisipasi dalam kegiatan terkait seperti kelas memasak.

"Wellness tourism ini banyak dicari. Kita tawarkan perjalanan wisata yang berfokus pada peningkatan dan pemeliharaan kesehatan serta kesejahteraan seseorang, baik fisik, mental, maupun spiritual. Begitu juga dengan wisata laut, karena potensi wisata laut Indonesia sangat besar, ada banyak pantai, danau yang sangat indah dan menarik," tuturnya.

Ke empat, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Salah satunya melalui desa wisata. 

Saat ini, ASPPI memiliki sekitar 10.000 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan sekitar 150 di antaranya berasal dari Jawa Timur. 
(KS-5)

Komentar