SGN Luncurkan KUR Tebu, Dorong Kesejahteraan Petani dan Energi Terbarukan

KANALSATU - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) resmi meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Khusus Tebu yang diperuntukkan bagi petani tebu di Desa Walidono, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso.
Peluncuran ini menandai langkah awal pembangunan ekosistem pertanian tebu yang lebih terintegrasi, sekaligus menjadi fondasi menuju kemandirian gula nasional dan transisi energi hijau melalui pengembangan bioetanol.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara SGN, pemerintah daerah, dan perbankan nasional, yang dirancang untuk menjangkau kebutuhan petani secara menyeluruh. Mulai dari pembiayaan, distribusi sarana produksi, hingga hilirisasi produk menjadi energi terbarukan.
Direktur Utama SGN, Mahmudi, menyatakan bahwa keberhasilan swasembada gula sangat bergantung pada kesejahteraan petani sebagai aktor utama. Ia menjelaskan bahwa SGN kini membangun sebuah ekosistem baru yang memudahkan akses petani terhadap pembiayaan, teknologi, serta pasar.
Melalui platform ekosistem digital yang telah dikembangkan, petani kini dapat terhubung langsung dengan pabrik gula, perbankan Himbara, rumah sakit, hingga penyedia pupuk.
Mahmudi juga menargetkan percepatan realisasi swasembada gula konsumsi yang semula direncanakan pada tahun 2028, kini dipercepat menjadi tahun 2027. Hal ini didukung oleh berbagai langkah strategis SGN, seperti revitalisasi pabrik-pabrik gula, peningkatan kapasitas giling, dan perbaikan varietas tebu.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyebut peluncuran KUR Khusus ini sebagai "pecah telur" yang menghadirkan terobosan luar biasa.
Ia menilai bahwa program ini tak sekadar menyentuh persoalan pembiayaan, tetapi juga menciptakan jalan baru menuju ekonomi hijau dan pencapaian target emisi nol bersih pada 2060.
“Ini adalah program yang out of the box dari SGN. Petani tebu hari ini bukan hanya menanam untuk kebutuhan gula, tapi juga berinvestasi dalam sejarah Indonesia menuju net zero emission,” kata Khofifah dalam sambutannya.
Produksi bioetanol dari tebu, menurutnya, bisa menjadi kunci dalam negosiasi global terkait penghapusan utang negara berkembang melalui skema haircut internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi terbarukan dunia.
Program KUR Khusus Tebu ini memberikan ruang pembiayaan yang lebih luas dibandingkan KUR reguler, dengan sasaran utama petani kecil yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan perbankan.
Dengan dukungan Himbara dan Bank Jatim, SGN memastikan bahwa seluruh elemen dalam ekosistem pertanian bisa bergerak dalam satu sistem yang saling terhubung.
(KS-5)