Pendapatan Naik, XL Axiata Cetak Laba Bersih Rp388 M di Kuartal I 2025

KANALSATU — Di tengah tantangan industri dan persaingan ketat, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (sebelumnya XL Axiata) mencatat kinerja keuangan positif pada kuartal pertama 2025. Sebelum merger dengan Smartfren efektif diberlakukan pada April lalu, XL Axiata membukukan pendapatan sebesar Rp8,6 triliun. 

Pendapatan tersebut tumbuh 2 persen secara tahunan (YoY), dengan laba bersih setelah pajak (PAT) mencapai Rp388 miliar.

Kontribusi pendapatan dari layanan data dan digital mendominasi, mencapai lebih dari 91 persen dari total pendapatan. EBITDA perusahaan tercatat Rp4,32 triliun, dengan margin sebesar 50,2 persen.

“Sepanjang awal tahun kami menghadapi tekanan daya beli, mobilitas yang terbatas menjelang Lebaran, serta fokus pada proses merger. Meski demikian, kami tetap tumbuh dan mencatat profit,” kata Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi.

Strategi berbasis Fixed Mobile Convergence (FMC) menjadi penopang pertumbuhan, didukung oleh peningkatan jumlah pelanggan mobile sebesar 1,2 juta secara YoY, dan pelanggan layanan internet rumah (Fixed Broadband/FBB) yang stabil di atas 1 juta. Total pelanggan XL Axiata hingga akhir Maret 2025 tercatat 58,8 juta dengan ARPU (average revenue per user) blended sekitar Rp40 ribu.

Di sisi efisiensi, beban biaya operasional dapat ditekan agar tetap di bawah laju pertumbuhan pendapatan. Penghematan signifikan terjadi pada biaya pemasaran berkat transformasi digital. Namun, beberapa pos biaya seperti interkoneksi dan regulasi mengalami kenaikan.

Penggunaan aplikasi MyXL dan AXISNet melonjak, dengan 35,7 juta pengguna aktif dan pertumbuhan MAU (monthly active users) sebesar 18 persen YoY. Aplikasi ini berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan sebesar 21 persen, antara lain lewat peluncuran fitur personalisasi seperti XL Circle.

Strategi digital XL Axiata juga berhasil meningkatkan Net Promoter Score (NPS) yang menunjukkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Melalui analisis data, perusahaan dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran dan efisien.

Capex sebesar Rp1,24 triliun dialokasikan untuk memperkuat kualitas jaringan. Hingga akhir kuartal I 2025, total BTS XL Axiata mencapai lebih dari 164 ribu, termasuk BTS 4G yang naik 7 persen YoY. 

Jaringan fiberisasi juga meningkat, dengan 63 persen BTS terhubung fiber optik. Dampaknya, trafik data tumbuh lebih dari 9 persen menjadi 2.848 Petabytes.

Merger antara XL Axiata, Smartfren Telecom, dan Smart Telecom resmi berlaku sejak 16 April 2025. Entitas baru bernama XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (IDX: EXCL) kini memiliki pangsa pasar sekitar 25 persen, proyeksi pendapatan proforma Rp45,8 triliun, dan basis pelanggan mencapai 94,5 juta.  (KS-5)

Komentar