Ekonomi Jawa Timur Awal 2025 Melesat: Kredit Tumbuh, Pasar Modal Bergairah, Asuransi Meningkat

KANALSATU – Kinerja sektor keuangan Jawa Timur menunjukkan tren positif pada Triwulan I 2025. Kepala OJK Jawa Timur Yunita Linda Sari, melaporkan bahwa perbankan, pasar modal, industri keuangan non-bank (IKNB), dan sektor penjaminan berhasil mencatat pertumbuhan yang solid hingga Maret 2025.
Total kredit perbankan di Jawa Timur mencapai Rp 609 triliun, naik 6,37% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) pun tumbuh 2,94% yoy, menjadi Rp 793 triliun.
Stabilitas sektor ini tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 3,29% dan rasio kecukupan modal (CAR) yang kuat di angka 30,43%. Rasio likuiditas juga sehat, tercermin dari AL/DPK sebesar 11,16% dan AL/NCD sebesar 52,62%.
Mayoritas penyaluran kredit difokuskan pada sektor rumah tangga, perdagangan besar dan eceran, serta industri pengolahan. Sebagian besar kredit diberikan kepada debitur non-UMKM, dengan total penyaluran mencapai Rp 67,20 triliun per akhir Maret 2025.
Dari sisi pasar modal, Jawa Timur mencatat pertumbuhan jumlah emiten dari 38 perusahaan pada 2019 menjadi 58 perusahaan hingga Maret 2025. Dana yang dihimpun melalui penawaran umum saham (IPO) mencapai Rp 15,2 triliun, didominasi oleh sektor industri pengolahan.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pasar modal, OJK bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur membina 24 calon emiten melalui program inkubasi. Di sisi lain, peningkatan jumlah investor lokal turut ditunjang dengan gencarnya edukasi keuangan dan pengenalan Securities Crowdfunding (SCF) sebagai alternatif pendanaan.
Sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) turut menunjukkan kinerja positif. Premi asuransi naik 1,19% yoy menjadi Rp 20,83 triliun pada Triwulan IV 2024, sementara jumlah peserta melonjak 44,36% menjadi 15.083 orang pada Triwulan III 2024.
Rasio kesehatan industri asuransi pun tinggi, dengan solvabilitas asuransi jiwa di level 466,4% dan asuransi umum 317,88%. "Tercatat 10 dana pensiun aktif di Jawa Timur dengan total aset bersih sebesar Rp 4,36 triliun. Sementara itu, total outstanding penjaminan mencapai Rp 8,13 triliun," tutur Yunita.
Dengan stabilitas yang terjaga dan pertumbuhan yang konsisten di berbagai lini keuangan, Yunita menegaskan bahwa kinerja sektor keuangan Jawa Timur pada awal 2025 menjadi landasan yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
(KS-5)