Imawan Mashuri Desak Gubernur Segera Lantik KPID Jatim

Penjaga Penyiaran Tak Boleh Vakum


KANALSATU – Rekrutmen anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur periode 2024–2027 yang dimulai sejak September 2024 masih menyisakan ketidakpastian. Meski uji kelayakan dan kepatutan oleh DPRD Jatim telah rampung pada 30–31 Januari 2025, nama-nama komisioner terpilih belum juga diumumkan.

Tokoh penyiaran nasional asal Jawa Timur, Imawan Mashuri, yang juga dikenal sebagai pendiri stasiun televisi lokal JTV, menyatakan keprihatinannya atas lambatnya proses pelantikan. Ia menegaskan bahwa KPID memegang peran penting sebagai pengawal konten siaran lokal serta penjaga keberagaman isi dan kepemilikan media.

“KPI dan KPID itu garda depan penyiaran, penjaga kearifan lokal, sekaligus pelestari nilai-nilai budaya yang mencerminkan akar moral bangsa. Karena itu, saya minta Gubernur Khofifah segera melantik komisioner terpilih agar mereka bisa langsung bekerja,” tegas Imawan, yang juga turut merumuskan pembentukan KPI.

Imawan juga menyoroti pentingnya eksistensi KPID di daerah. Menurutnya, sejak awal pihaknya memperjuangkan agar tak hanya KPI pusat yang dibentuk, tapi juga lembaga serupa di tingkat daerah demi menjaga kedaulatan lokal dalam dunia penyiaran.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Jatim, Putut Darmawan, menyampaikan bahwa penetapan anggota KPID Jatim telah dilakukan melalui SK Gubernur Nomor: 100.3.3.1/218/013/2025 tertanggal 24 Maret 2025. Namun, pengumuman resmi baru akan dilakukan setelah pelantikan.

Putut juga menjelaskan bahwa masa jabatan komisioner diperbarui menjadi 2025–2028 menyesuaikan jadwal pelantikan yang tertunda. Sementara menunggu pelantikan, Pemprov Jatim memperpanjang masa jabatan komisioner periode sebelumnya (2021–2024) untuk memastikan kelangsungan operasional lembaga.

Hal serupa disampaikan Ketua Komisi A DPRD Jatim, Dedi Irwansa. Ia menyebut seluruh tahapan seleksi telah selesai, tinggal menunggu waktu pelantikan. “Sepertinya Gubernur masih sangat padat agendanya, jadi pelantikannya belum terlaksana,” ujar Dedi.
(KS-9)





Komentar