Bank Jatim Terima Penghargaan atas Dukungan Digitalisasi Pembayaran Bus Trans Jatim

KANALSATU – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Salah satu kontribusi Bank Jatim adalah menyediakan kemudahan pembayaran digital bagi pengguna layanan transportasi Trans Jatim.
Atas dukungan tersebut, Bank Jatim menerima penghargaan dari Pemprov Jatim berkat perannya dalam implementasi sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS pada platform E-Ticketing Trans Jatim. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono, kepada Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah Bank Jatim, R. Arief Wicaksono, dalam acara peresmian operasional Bus Trans Jatim Koridor VI (Mojokerto – Sidoarjo) di Terminal Mojosari, Mojokerto.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Mojokerto, Al-Barra.
Dalam sambutannya, Arief menyampaikan apresiasi kepada Pemprov atas penghargaan yang diberikan, serta menegaskan komitmen Bank Jatim dalam mendukung pembayaran digital yang lebih praktis dan efisien bagi masyarakat.
“Lewat QRIS Bank Jatim, masyarakat cukup membuka mobile banking dan memindai kode QR tanpa perlu membawa uang tunai. Ini sangat memudahkan, khususnya bagi pengguna layanan Trans Jatim,” ujar Arief.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap digitalisasi ini sejalan dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Menurutnya, integrasi pembayaran non tunai akan semakin meningkatkan efisiensi layanan transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau serta dapat menekan kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan.
Bank Jatim berharap partisipasinya dalam transformasi digital ini bisa terus berkembang demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. “Kami akan terus berinovasi dalam pengembangan sistem pembayaran digital sebagai bagian dari dukungan percepatan digitalisasi dan pelayanan prima bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menyatakan bahwa kehadiran Koridor VI ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas para pekerja, khususnya buruh di kawasan industri Ngoro. Menurutnya, layanan transportasi publik yang terjangkau dan terintegrasi seperti Trans Jatim menjadi tulang punggung pembangunan daerah.
Khofifah menegaskan, penambahan rute baru Bus Trans Jatim Koridor VI ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai wujud Jatim Akses yang tertuang dalam Nawa Bhakti Satya.
”Penambahan layanan rute koridor VI yang baik dan terintegrasi akan meningkatkan produktivitas, memperluas akses ke berbagai fasilitas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
PT Bagong Dekaka Makmur, sebagai operator koridor VI, akan mengoperasikan 16 bus (termasuk cadangan) dengan 65 titik halte sepanjang rute sejauh 45 km, dengan estimasi perjalanan sekitar 45 menit dan frekuensi keberangkatan bervariasi antara 10–30 menit tergantung jam operasional.
Sebelumnya, layanan bus Trans Jatim memiliki lima koridor yang telah aktif beroperasi. Kelima koridor tersebut yaitu koridor I (Sidoarjo-Surabaya-Gresik), koridor II (Mojokerto-Surabaya), koridor III (Mojokerto-Gresik), koridor IV (Gresik-Lamongan), koridor V (Surabaya-Bangkalan).
Selama periode Januari–Desember 2024, operasional Trans Jatim koridor I hingga V mencatat 4.715.809 penumpang. Penambahan Koridor VI diharapkan memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Jawa Timur. (KS-5)