BPR Jatim Catat Kinerja Cemerlang, Jadi Motor Utama Ekonomi Mikro di Jatim

KANALSATU - PT Bank UMKM Jawa Timur (Perseroda) atau BPR Jatim terus menunjukkan performa positif dan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi mikro di Jawa Timur. 

Sepanjang tahun buku 2024, BPR Jatim membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp28,051 miliar atau tumbuh 18,05% dibanding tahun sebelumnya. Total kredit yang disalurkan juga mengalami kenaikan 10,62% menjadi Rp2,885 triliun.

Pencapaian ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat serta pengelolaan bisnis yang sehat dan kompetitif.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa PT BPR Jatim, Senin (16/6), mengapresiasi kontribusi besar bank milik daerah ini. Ia menyebut BPR Jatim sebagai motor penggerak utama ekonomi rakyat.

“BPR Jatim hadir bukan hanya sebagai penyalur dana, tapi juga sebagai mitra strategis UMKM, koperasi, dan BUMDes dalam membangun ekosistem usaha yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Emil, di tengah tekanan ekonomi global, peran BPR Jatim justru semakin vital dalam menjangkau pelaku usaha mikro hingga ke pelosok desa. Dengan proses pembiayaan yang cepat, mudah, dan sesuai karakter usaha rakyat, BPR Jatim memperkuat konektivitas antara desa dan kota serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.

Lebih dari itu, Emil menekankan pentingnya peran BPR Jatim dalam mendorong transformasi UMKM dari sektor informal menjadi formal dan dari konvensional menuju digital.

“Kontribusi UMKM terhadap PDRB Jawa Timur telah mencapai 59,55 persen. Di saat sektor besar melambat, UMKM terbukti menjadi tulang punggung ekonomi yang paling tangguh,” tegasnya.

Pemimpin Baru, Arah Baru

Dalam RUPS Luar Biasa yang digelar bersamaan, Irwan Eka Setiawan resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama BPR Jatim menggantikan R. Arief Wicaksono. Irwan yang sebelumnya menjabat Direktur Bisnis sejak 2020 dinilai berhasil mendorong sinergi kelembagaan dan pertumbuhan bisnis yang konsisten.

Emil berharap, di bawah kepemimpinan baru dan dengan fondasi kinerja yang solid, BPR Jatim dapat terus berkembang menjadi bank rakyat yang profesional, akuntabel, dan responsif terhadap perubahan zaman.

“Kami ingin BPR Jatim menjadi mitra pembangunan dan agen perubahan sosial, mendorong ekonomi yang inklusif menuju Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara yang tangguh dan berkeadilan,” pungkasnya.

(KS-5)

Komentar