Apakah BlackRock Akan Menghadirkan ETF XRP ke Wall Street?

KANALSATU - Pergerakan pasar cryptocurrency belakangan ini dikhawatirkan akan menurun seiring konflik di Timur Tengah yang semakin memanas. Karena crypto sangat sensitive terhadap informasi global baik geopolitik, ekonomi, maupun keuangan.
Sehingga sebelum membeli aset crypto seperti BTC, ETH atau XRP maka kamu harus melakukan analisa fundamental maupun teknikal. Kamu bisa menganalisa grafik harga XRP to IDR sehingga kamu bisa memprediksi arah trend XRP.
Apalagi jika kamu melakukan trading futures crypto dimana memungkinkan membeli 25x leverage crypto yang dapat meningkatkan potensi keuntungan. Meski memiliki resiko kehilangan lebih besar dibandingkan trading spot. Sementara itu, gelombang penerimaan crypto tampaknya tidak akan segera melambat. Setelah keberhasilan ETF Bitcoin dan Ethereum, perhatian kini beralih kepada altcoin.
Presiden ETF Store Nate Geraci percaya bahwa tinggal menunggu waktu sebelum raksasa manajemen aset, BlackRock, resmi bergabung dalam pasar ini. Ia sangat yakin BlackRock akan mengajukan ETF untuk Solana dan XRP.
Dengan posisinya sebagai pemimpin untuk Bitcoin dan Ethereum dalam pasar ETF, sangat aneh jika mereka membiarkan kategori lain dikuasai oleh pesaing. Meskipun belum ada aksi resmi dari BlackRock, Geraci berpendapat bahwa perusahaan sebesar ini tidak akan membiarkan peluang besar di pasar altcoin berlalu tanpa mengambil tindakan.
Dengan catatan yang solid dalam meluncurkan produk crypto ETF sebelumnya, bisa jadi BlackRock saat ini sedang menunggu waktu yang tepat untuk memperluas portofolionya melalui ETF SOL dan XRP.
Regulasi dan Produk Baru Mendukung XRP ETF
Posisi XRP kini jauh lebih tangguh dibandingkan sebelumnya. Salah satu penyebab utama peningkatan ini adalah kejelasan hukum pasca keputusan pengadilan mengenai kasus antara SEC dan Ripple Labs.
Selain itu, peluncuran kontrak berjangka XRP di CME, salah satu bursa derivatif terbesar dan diatur secara ketat di dunia, menjadi sinyal kuat bahwa Ripple diakui sebagai aset yang layak untuk dikembangkan menjadi produk finansial institusional.
Sejalan dengan perkembangan ini, analis senior Bloomberg Eric Balchunas, juga membahas potensi kedatangan Musim ETF Altcoin, yaitu saat dimana ETF altcoin mulai bermunculan dan menarik perhatian pasar.
Daftar Altcoin ETF yang Berpotensi Disetujui
Balchunas merujuk pada catatan rekannya, James Seyffart, yang telah menggambarkan kemungkinan persetujuan berbagai produk altcoin. Dalam catatan tersebut, XRP ETF menempati nomor tiga dengan perkiraan peluang persetujuan mencapai 85 persen.
Dengan semakin mendukungnya regulasi dan berkembangnya infrastruktur pasar, Ripple ETF mungkin saja menjadi produk andalan selanjutnya yang memungkinkan akses lebih luas bagi investor institusi ke pasar.
Persaingan Semakin Ketat
Sementara itu, di saat BlackRock menunggu, para pesaingnya telah lebih dahulu mengajukan permohonan. Bitwise, 21Shares, WisdomTree, Grayscale, dan Franklin Templeton telah memohon ETF XRP kepada SEC.
Namun hingga saat ini, pihak regulator belum memberikan keputusan dan terus menunda tanggapan terhadap berbagai pengajuan tersebut.
Meski belum ada persetujuan dari SEC, antusiasme pasar terus meningkat. Minat terhadap altcoin, khususnya dari institusi, menunjukkan tanda positif dengan semakin banyaknya yang mempertimbangkan aset crypto sebagai bagian dari diversifikasi portofolio. Aktivitas industri tetap berlangsung meskipun ada ketidakpastian mengenai regulasi.
Apabila BlackRock memutuskan untuk masuk, hal ini dapat menjadi pendorong penting bagi pasar. Kehadirannya tak hanya akan mengokohkan posisi XRP di mata investor institusi, tetapi juga membuka peluang bagi altcoin lainnya untuk menemukan tempat dalam pasar finansial.
Pergerakan Harga XRP
Dilansir dari Pintu Market, Harga XRP hari ini adalah Rp 35.425, dengan volume perdagangan XRP tercatat sebesar US$1.334.850.252, mengalami penurunan sebesar -18,90% dibandingkan dengan satu hari sebelumnya.
Sementara itu, XRP pernah mencapai harga tertinggi sepanjang waktu sekitar US$3,40 dan mencatat harga terendah sepanjang waktu di US$0,002686. Saat ini, harga XRP berada 36,06% di bawah puncak tertingginya dan meningkat 80.795,38% dibandingkan dengan harga terendah yang pernah dicapai.
Untuk kapitalisasi pasar XRP saat ini berada pada angka US$128.503.568.974. Kap pasar dihitung dengan mengalikan harga per token dengan jumlah total token XRP yang beredar, yaitu sebanyak 59 miliar token yang tersedia di pasar.
Valuasi terdelusi penuh (FDV) untuk XRP (XRP) saat ini adalah US$218.209.540.542. Angka ini mencerminkan potensi maksimal kapitalisasi pasar, jika semua 100 miliar token XRP beredar pada hari ini. Namun, berdasarkan jadwal distribusi token XRP yang telah direncanakan, mungkin perlu waktu bertahun-tahun sebelum FDV dapat terwujud.
Perusahaan Singapura Lirik XRP, Siap Investasi Rp 8 Triliun
Trident Digital Tech Holdings Ltd (NASDAQ: TDTH), sebuah perusahaan teknologi dari Singapura, mengumumkan pada Kamis (12/06) niatnya untuk mengumpulkan dana sebesar US$500 juta (sekitar Rp 8 triliun) dengan tujuan membangun salah satu cadangan XRP terbesar di seluruh dunia.
Dikenal sebagai pelopor dalam transformasi digital dan aktivasi Web3, Trident mengungkapkan bahwa XRP akan diintegrasikan sebagai cadangan strategis. Mereka juga akan menerapkan mekanisme staking untuk lebih mendalami keterlibatan dalam ekosistem Ripple.
CEO dan pendiri Trident, Soon Huat Lim, menegaskan pentingnya memiliki tata kelola yang kokoh dan transparansi, dengan menyoroti bahwa aset crypto adalah faktor kunci dalam revolusi dunia keuangan saat ini.
“Kami meyakini bahwa aset digital memainkan peran penting dalam perubahan lanskap finansial global. Inisiatif ini merepresentasikan keyakinan kami dalam kemampuan transformasional teknologi blockchain untuk alokasi modal dan transfer nilai antarnegara,” kata Soon Huat Lim.
Trident Siapkan Fondasi Kuat untuk Cadangan XRP
Untuk mencapai target cadangan XRP, Trident mengajak Chaince Securities LLC sebagai penasihat strategis. Dana akan diperoleh melalui model campuran, meliputi penerbitan saham, penempatan strategis, dan instrumen pembiayaan terstruktur.
Saat ini, perusahaan tersebut juga sedang menjalin komunikasi dengan beberapa yayasan crypto terkemuka dan mitra institusi untuk memastikan akuisisi Ripple dilakukan secara efisien dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Peluncuran tahap awal untuk cadangan XRP oleh Trident direncanakan akan berlangsung pada paruh kedua tahun 2025, dengan pertimbangan penuh terhadap kondisi pasar dan kepatuhan pada peraturan yang ada.
Trident berkomitmen untuk memberikan pembaruan yang rutin mengenai kemajuan, kerangka tata kelola, dan standar pelaporan, sejalan dengan prinsip transparansi sebagai perusahaan publik terdaftar di Nasdaq.
Adopsi XRP oleh Institusi Makin Meluas
Menarik untuk dicatat, Trident bukanlah pelopor dalam langkah ini. Di awal bulan Juni 2025, perusahaan teknologi lain yang terdaftar di Nasdaq, Webus, telah menyiapkan alokasi dana sebesar US$300 juta untuk membentuk cadangan XRP.
Langkah kedua perusahaan ini menunjukkan bahwa korporasi besar kini tidak hanya fokus pada Bitcoin, melainkan mulai mengeksplorasi potensi besar dari aset crypto lainnya seperti XRP.
Tren ini mencerminkan perubahan baru dalam dunia finansial, di mana mata uang crypto menjadi bagian integral dalam pengelolaan modal. Dengan keterlibatan perusahaan publik seperti Trident dan Webus, adopsi institusional menjadi semakin terstruktur, matang, dan berjangka panjang.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.