PLN Dorong Pemerataan Energi Lewat 13 PLTS Baru
Presiden Prabowo Resmikan 55 Proyek EBT

KANALSATU — PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mewujudkan transisi energi dan pemerataan listrik nasional melalui peresmian 13 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari peresmian serentak 55 proyek energi baru terbarukan (EBT) oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis (26/6/2025) yang dipusatkan di PLTP Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
PLN menjadi salah satu aktor utama dalam agenda strategis ini. Dari total 55 proyek EBT yang diresmikan, PLN berkontribusi dengan membangun dan mengoperasikan 13 PLTS yang tersebar di Papua Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, hingga Jawa Timur.
Proyek-proyek ini dirancang untuk menjawab kebutuhan listrik di daerah terpencil dan mendukung target Indonesia menuju Net Zero Emissions (NZE) tahun 2060.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa kehadiran pembangkit EBT di pelosok merupakan pengejawantahan sila ke-5 Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Listrik adalah kebutuhan utama masyarakat. PLN berkomitmen menyediakan listrik yang andal hingga ke pelosok negeri. Ini adalah bentuk nyata pemerataan energi untuk meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat,” ujar Darmawan.
Total proyek EBT yang diresmikan meliputi 8 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)—tiga di antaranya telah beroperasi dan lima lainnya dalam tahap pembangunan—serta 47 PLTS dengan total kapasitas terpasang 379,7 megawatt (MW).
Dari jumlah tersebut, PLTS PLN berkontribusi sebesar 13 unit dengan kapasitas total yang signifikan bagi kawasan-kawasan yang sebelumnya belum terjangkau listrik.
Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan EBT adalah langkah strategis menuju kemandirian energi nasional.
“Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri dan mampu menyediakan energi yang efisien dan ekonomis bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden dalam sambutannya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan, proyek senilai Rp25 triliun ini adalah wujud komitmen Indonesia dalam percepatan transisi energi yang inklusif dan merata.
“Selain PLTP, kita juga meresmikan PLTS di desa-desa yang sebelumnya belum mendapatkan akses listrik,” ungkap Bahlil.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan sektor swasta, pengembangan energi ramah lingkungan kini bergerak semakin progresif. Peresmian ini bukan hanya simbol komitmen, tapi juga langkah konkret menuju swasembada energi yang merata dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
(KS-5)